Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Pemprov Jatim Bangun Rumah Sakit Lapangan untuk Pasien Covid-19

Foto: Kemenkes

RS Lapangan didirikan karena penambahan jumlah pasien positif Covid-19 di Jawa Timur sangat tinggi setiap harinya.

SURABAYA - KABARE.ID: Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) mendirikan rumah sakit (RS) lapangan untuk menangani pasien Coronavirus Disease (Covid-19). Penambahan jumlah pasien positif Covid-19 berdasarkan laporan diketahui tinggi setiap harinya.

“Mudah-mudahan tidak terdapat banyak pasien yang dirawat di RS lapangan ini. Yang penting kita mempersiapkannya dan kita mendoakan mudah-mudahan kasus di Jatim segera turun,” kata Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, Selasa (2/6/2020) di Surabaya.

RS lapangan itu berkapasitas 521 tempat tidur dilengkapi dengan 31 kamar untuk relawan menginap, dua kamar VIP, dan kamar tamu. Sumber Daya Manusia (SDM) yang ditugaskan adalah relawan sesuai Permenkes yang terdiri dari dokter perawat dan tenaga kesehatan lainnya yang dibutuhkan.

Selasa (2/6/2020) merupakan hari ke tiga RS lapangan beroperasi dan ada 23 pasien yang terdiri dari 13 pasien perempuan dan 10 pasien laki-laki dari seluruh wilayah di Surabaya. Semua pasien tersebut kiriman dari Puskesmas dan RS sekitar.

Ada berbagai kegiatan yang dilakukan di RS lapangan tersebut di antaranya senam pagi, olah raga, dan akan diadakan pengajian. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Doni Monardo mengapresiasi gagasan mendirikan RS lapangan.

“Ini akan mengurangi beban di RS rujukan. Jangan biarkan RS penuh oleh pasien karena kalau penuh oleh pasien maka dokter akan kelelahan sehingga kemampuan merawatnya akan berkurang,” ujar Doni.

Oleh karena itu, pasien dengan gejala sedang dan ringan cukup ditangani di RS lapangan. Doni berharap pasien yang sakit berat benar-benar bisa segera disembuhkan. “Kita harapkan seluruh masyarakat bisa mematuhi protokol kesehatan untuk selalu memakai masker, jaga jarak fisik dengan orang lain, rajin cuci tangan pakai sabun, olah raga, dan tidak mengabaikan protokol kesehatan,” kata Doni. (*)

 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post