Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Pemkab Teluk Wondama Akan Gelar Webinar “Vaksin Aman, Masyarakat Sehat” Pekan Depan

Ilustrasi: Istimewa

Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama akan menggelar Webinar bertajuk “Vaksin Aman, Masyarakat Sehat” di Sasana Karya Isei, pada Senin (23/11/2020).

JAKARTA – KABARE.ID: Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama akan menggelar Webinar bertajuk “Vaksin Aman, Masyarakat Sehat” di Sasana Karya Isei, pada Senin (23/11/2020).

Kegiatan yang terjalin berkat kerjasama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini akan disiarkan langsung di aplikasi Zoom dan juga Youtube Pemkab Teluk Wondama pada pukul 09.00 – 11.00 WIT. Adapun link zoom untuk kegiatan ini adalah httpw://bit.ly/3P8YL28, sementara link untuk Youtubenya adalah https://youtu.be/9I18M560NG8.

Sejumlah narasumber yang akan hadir dalam kegiatan ini antara lain: Sekretaris Daerah Teluk Wondama, Kepala Dinas Kominfo Teluk Wondama, Direktur RSUD Teluk Wondama dan juga Depala Seksi Dinas Kominfo Teluk Wondama.

Kegiatan ini akan membahas informasi seputar vaksin, termasuk manfaat, jenis, dan cara kerja vaksin serta bagaimana caranya menangkal disinformasi tentang imunisasi dan kejadian ikutan pasca-imunisasi.

Pandemi Covid-19 berdampak besar terhadap sistem layanan kesehatan masyarakat, termasuk layanan imunisasi. Meski demikian, imunisasi tidak boleh terhenti sekalipun wabah tengah berlangsung. Berkat imunisasi, kekebalan tubuh dapat terbentuk dengan cepat dan efektif sebab tubuh mampu mengingat, mengenali, serta melawan virus dan bakteri pembawa penyakit. 

Menurut riset Kementerian Kesehatan RI dan UNICEF pada Agustus 2020, banyak faktor yang dipertimbangkan oleh orangtua dan pengasuh untuk mencari layanan imunisasi di masa pandemi. Namun, faktor yang paling berperan penting adalah tingkat pemahaman tentang manfaat imunisasi.

Kemenkes RI juga mengungkapkan, sebanyak 300.000 anak di Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap atau sama sekali tidak mendapatkan imunisasi. Faktor-faktor penyebabnya antara lain kekeliruan informasi, minimnya pengetahuan tentang imunisasi, serta ketakutan akan efek samping atau kejadian ikutan pasca-imunisasi.

Lebih lagi, masyarakat kerap berhadapan dengan informasi yang simpang siur, termasuk misinformasi dan disinformasi, mengenai kejadian ikutan pasca-imunisasi. Kekeliruan informasi turut menghambat upaya masyarakat dalam memperoleh pemahaman yang benar tentang manfaat imunisasi. (*)

 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post