Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Pemkab Banyuwangi Gelar Festival Tahu dan Tempe

Bupati Bayuwangi Abdulah Azwar Anas dan artis Sultan Djorghi menggoreng tempe bersama saat Festival Tahu dan Tempe di Kalilo, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (9/2/2018). (Instagram: banyuwangi_kab)

Festival Tahu dan Tempe merupakan bagian dari 77 atraksi wisata di Banyuwangi sepanjang 2018. Beragam olahan tempe dan tahu disediakan bagi pengunjung seperti keripik tempe, peyek tempe, tempe mendoan, dan kerupuk tahu.

BANYUWANGI-KABARE.ID: Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar Festival Tahu Tempe di Kelurahan Pengantigan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada 9-13 Februari 2018.

Festival yang menghadirkan 'Tempe Raksasa' berukuran panjang lima meter itu menarik antusias ribuan warga dan wisatawan saat dibuka oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Jumat (9/2).

Dalam kegiatan itu, tempe raksasa yang dinamai 'mongkleng' diarak sepanjang jalan sambil diiringi seni barong khas Suku Osing, masyarakat asli Banyuwangi. Usai diarak, tempe raksasa itu kemudian dimasak, lalu disantap bersama ribuan orang yang hadir.

"Festival Tahu dan Tempe ini berangkat dari potensi warga setempat yang memproduksi tempe dan tahu sebagai sumber ekonomi. Lalu warga berkreasi, dan pemerintah daerah mendorongnya menjadi festival unik dan meriah ini," ujarnya.

Abdulah Azwar Anas dan Sultan Djorghi saat meninjau pusat produksi tahu dan tempe di Kalilo, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (9/2/2018). (Instagram: banyuwangi_kab)


Kawasan Pengantigan, Banyuwangi, memang dikenal sebagai pusat produksi tahu dan tempe sejak 1960-an. Sedikitnya ada 30 pengusaha tahu dan tempe di daerah itu.

Anas menjelaskan, Festival Tahu dan Tempe digelar sebagai cara pemerintah membangun budaya masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih. Para produsen tahu dan tempe didorong melakukan proses pengolahan dengan higienis yang selaras dengan komitmen Pemkab Banyuwangi menjadikan kebersihan sebagai pilar pariwisata. 

"Kalau kawasannya bersih dan punya potensi unik, pasti menghadirkan pengalaman berwisata menarik. Wisatawan bisa menyaksikan langsung proses produksi tahu dan tempe dan beragam olahannya tanpa risih karena lingkungannya bersih," kata Anas.

Mencicipi hidangan di Festival Tahu dan Tempe di Kalilo, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (9/2/2018). (Instagram: banyuwangi_kab)


Festival Tahu dan Tempe merupakan bagian dari 77 atraksi wisata di Banyuwangi sepanjang 2018. Beragam olahan tempe dan tahu disediakan bagi pengunjung seperti keripik tempe, peyek tempe, tempe mendoan, dan kerupuk tahu.

Tak hanya itu, banyak olahan tempe dan tahu yang unik, seperti brownies tahu, cokelat tempe, serabi tempe, spageti tempe, stik tempe, cookies tempe, sate tempe, dan burger tempe. (ant/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post