Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Pemkab Banyuwangi Gandeng UMKM Produksi APD Bagi Tenaga Medis

Foto: MC Diskominfo Prov Jatim

Salah satu UMKM yang dilibatkan oleh Pemkab Banyuwangi untuk memproduksi APD adalah Dafa Jaya Konveksi dari Dusun Cangaan Kecamatan Genteng. Pemiliknya, Nur Basuki Abdullah mengatakan mendapatkan pesanan sebanyak 300 APD dari Pemkab Banyuwangi.

BANYUWANGI - KABARE.ID: Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggandeng UMKM untuk memproduksi ribuan pakaian alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis dalam mengatasi penyebaran virus Corona Covid-19.

Salah satu UMKM yang dilibatkan memproduksi APD adalah Dafa Jaya Konveksi dari Dusun Cangaan Kecamatan Genteng. Pemiliknya, Nur Basuki Abdullah mengatakan mendapatkan pesanan sebanyak 300 APD dari Pemkab Banyuwangi.

“Dokter dari Dinas Kesehatan datang memberikan contoh serta standar-standar yang harus dipenuhi dalam pembuatan APD. Kami lalu produksi dengan supervisi Dinas Kesehatan,” kata Nur Basuki saat dikunjungi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, pada Rabu (1/4/2020).

Ia memilih material kain parasut yang kedap air sesuai arahan Dinkes. “Kami punya beberapa material parasut, dari yang biasa hingga bahan super. Kami mematoknya per APD Rp 140 ribu – Rp170 ribu per baju,” ujarnya.

Nur Basuki mengaku sangat berhati-hati dalam proses produksi APD. Mengingat baju ini salah satu perlengkapan standar untuk melindungi tenaga medis dari paparan virus.

“Tidak semua penjahit yang ada kami libatkan. Karena pengerjaannya perlu detail. Kami memproduksi di satu tempat, agar setiap prosesnya bisa kami awasi dengan baik dan steril. Semua penjahit memakai masker. Alat-alat juga kami sterilkan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengaku sengaja melibatkan UMKM untuk penyediaan APD di daerah. Anggaran kami ada, tapi barangnya juga sulit di pasaran.

"Maka kami berinisiatif memproduksi sendiri dengan menggandeng UMKM konveksi yang ada di Banyuwangi, sekaligus untuk memberdayakan mereka di tengah situasi sulit saat ini. Tahap awal kami pesan 1.000 ke beberapa UMKM. Dan nanti kita tingkatkan. Produksi yang sudah selesai, telah didistribusikan ke rumah sakit,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Widji Lestariono mengatakan, APD yang diproduksi tidak akan diperjualbelikan, tetapi didistribusikan ke fasilitas kesehatan di seluruh Banyuwangi.

“Adapun untuk mekanisme distribusinya sendiri nanti diprioritaskan untuk RS yang menangani pasien Covid-19. Semua produksi kami cek ulang dan kami sterilisasi dulu,” katanya.

 

Sumber: (MC Diskominfo Prov Jatim)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post