Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Pemerintah UEA Siapkan Dana 22,8 Miliar Dolar AS untuk Investasi di Indonesia

Presiden Jokowi disambut langsung oleh Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed saat tiba di di Istana Qasr Al Watan, Abu Dhabi, UEA, Minggu (12/1) petang waktu setempat. (Foto: BPMI Setpres)

Dana sebesar 22,8 miliar dolar yang akan diinvestasikan ke Indonesia itu melalui Sovereign Welth Fund UEA bersama-sama dengan Masayoshi dari Softbank (Jepang), dan juga dari International Development Finance Corporatio (IDFC) Amerika Serikat.

JAKARTA – KABARE.ID: Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menyiapkan dana 22,8 miliar dollar AS untuk berinvestasi di Indonesia.

Kesediaan Pemerintah UEA menyiapkan dana investasi itu disampaikan Putra Mahkota UEA, Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Qasr Al Watan, Abu Dhabi, UEA, Minggu (12/1) petang waktu setempat.

“Tadi dibicarakan dari Presiden mengenai Sovereign welth fund waktu tete a tete kebetulan saya ada, bahwa Crowned Prince itu berulang kali mengatakan bahwa Indonesia adalah sahabat kami yang sangat dekat. Dan berulang kali beliau mengingatkan bahwa Indonesia penduduk Islam terbanyak. Jadi, mereka ingin berkontribusi bagi negara Indonesia,” kata Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam konferensi pers di Emirate Palace, Abu Dhabi, UEA, Minggu (12/1) malam.

Luhut menilai, persetujuan yang disampaikan Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed adalah satu deal terbesar mungkin dalam sejarah Indonesia dalam waktu singkat di negara Timur Tengah yaitu United Emirat Arab.

Dengan Sovereign welth fund itu, lanjut Luhut, UEA akan masuk berinvestasi dalam pembangunan Ibu Kota Baru di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Bahkan, Luhut mengemukakan, Presiden Jokowi meminta agar Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed menjadi Dewan Pengarah di pembangunan Ibu Kota Baru itu.

Baca juga: Lembaga AS Investasikan 5 Miliar Dolar AS untuk Infrastruktur RI

Selain itu, menurut Luhut, UEA juga ingin masuk berinvestasi dalam pembangunan di Aceh. “Aceh itu mereka sangat ingin memasuki sektor properti. Nah, minggu depan kami akan bertemu Gubernur Aceh, dan tokoh-tokoh di situ untuk bicara ini karena mereka ada beberapa persyaratan jika ada investor yang ingin masuk,” ungkapnya.

Luhut menjelaskan, rencana tersebut sempat disentuh oleh adik Putra Mahkota UEA, yaitu Sheikh Hamid. Alasannya Sheikh Hamid ingin masuk di Aceh karena jarak terbang dari Abu Dhabi itu hanya kira-kira 5 jam lebih.

“Jadi, saya pikir ini satu langkah yang hebat dan berlanjut dari ini Februari tanggal 11 di sini nanti akan berkumpul lagi MBS, MBZ, ah dan boleh dan juga mungkin Masayoshi. Nanti akan bicara lagi, mengenai mereka masuk ke Indonesia melalui sovereign well fund,” terang Luhut.

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post