Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Pemerintah Siapkan Satu Juta Alat Tes Covid-19

ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/ama

Dalam waktu dekat, Pemerintah RI akan melakukan tes massal bagi masyarakat yang terindikasi kuat terpapar virus corona.

JAKARTA - KABARE.ID: Pemerintah akan menyiapkan satu juta alat tes Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 dalam waktu dekat untuk melakukan tes massal bagi masyarakat yang terindikasi kuat terpapar virus corona.

"Pemerintah akan menyiapkan sekitar satu juta tes kit untuk melakukan tes Covid-19 secara massal dengan mempertimbangkan analisa resiko terlebih dahulu dalam menentukan orang yang dites," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto, di Media Center Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Dalam menentukan jumlah alat yang disediakan tersebut, kata dia, telah didasari oleh kajian yang mendalam yang dilakukan oleh pemerintah terkait dengan populasi yang beresiko terinfeksi virus tersebut.

Jumlah yang berpotensi terinfeksi di dalam negeri mencapai angka sekitar 600 ribu hingga 700 ribu penduduk. "Population at risk yang sudah dihitung oleh pemerintah mencapai sekitar 600 ribu hingga 700 ribu orang," katanya.

Angka populasi yang beresiko tersebut, selanjutnya akan diacak oleh pemerintah berdasarkan kriteria yakni pernah kontak langsung dengan pasien Covid-19, memiliki riwayat pergi ke luar negeri, dan pernah mendatangi tempat yang terindikasi kuat terinfeksi virus corona.

Setelah dapat dilacak, kemudian pemerintah melakukan tes Covid-19 secara massal bagi masyarakat yang terindikasi kuat terpapar virus tersebut secepatnya. Jadi, tak sembarang orang yang dapat melakukan tes infeksi virus itu.

Orang yang dites melalui alat tersebut, kata dia, harusnya memenuhi kriteria-kriteria sesuai dengan kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga, pemerintah bisa langsung mencegah penyebaran virus itu secara efektif.

"Tes massal yang dilakukan dengan menggunakan metode pengambilan darah dan hasilnya dapat diketahui selama enam hari," tuturnya.

Dengan upaya tersebut, kata Achmad, pemerintah berharap dapat memotong siklus penyebaran Covid-19 di dalam negeri lebih cepat. Sedini mungkin melakukan pencegahan kepada orang yang terindikasi kuat terinfeksi Covid-19, untuk kemudian dapat ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi masyarakat yang terinfeksi.

Bila seseorang yang terkonfirmasi positif Covid-19 keadaanya masih dalam tahapan ringan, maka bisa melakukan isolasi mandiri dengan didampingi oleh petugas medis. Bagi yang tahapannya sudah parah maka akan dibawa ke Rumah Sakit (RS) rujukan pemerintah untuk mendapatkan perawatan secara intensif.

"Mencegah membludaknya RS rujukan, isolasi mandiri bisa dilakukan dengan didampingi petugas medis yang datang setiap waktu," pungkasnya. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post