Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Pemerintah RI Siap Evakuasi WNI di Iran

Pengunjuk rasa melakukan protes atas terbunuhnya Jenderal Qasem Soleimani. Foto: WANA (West Asia News Agency)/Nazanin Tabatabaee via Reuters

Kondisi keamanan di Iran semakin meningkat setelah tewasnya petinggi militer Iran akibat serangan AS. Atas kondisi itu, Pemerintah Republik Indonesia menyatakan siap mengevakuasi WNI yang berada di sana.

JAKARTA – KABARE.ID: Pemerintah Republik Indonesia menyarakan siap untuk mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran.

“Kita siap mengevakuasi, semua persiapannya sudah matang. Mudah – mudahan teman – teman WNI di sana aman dan situasinya tidak akan lebih dari sekarang,” ujar Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, di Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Retno mengaku, sampai saat ini ia terus melakukan komunikasi dengan semua pihak terkait kondisi terbaru di Iran.

Kontigency plan sudah selesai dengan semua backupnya sudah disiapkan. Antisipasi outlinenya semua sudah ada rilisnya di Kemlu. Kita juga memberikan imbauan kepada WNI jika sewaktu – waktu memerlukan bantuan, jangan sungkan – sungkan menghubungi hotline yang ada di Kemlu,” ujarnya.

Ia menyatakan, pemerintah juga telah mengaktifkan crisis center sebagai langkah antisipatif, sebab di Iran tercatat ada lebih dari 400 WNI. Sementara di Negara Irak yang bersebelahan dengan Iran, jumlah WNI dilaporkan sebanyak 800 orang.

Meskipun itu adalah angka resmi, Retno menyakini ada banyak WNI yang tidak melaporkan keberadaanya di kedua Negara itu, sehingga jumlahnya mungkin bisa bertambah.

Retno menyatakan telah melakukan rapat koordinasi dengan para kepala perwakilan yang terkait dengan wilayah itu, termasuk Dubes RI di Irak, Dubes RI di Teheran, dan Dubes RI di Amerika Serikat. Pertemuan itu untuk memetakan posisi WNI di Negara – Negara yang eskalasi politik dan keamananya memanas.

“Bagaimana komunikasi kita dengan WNI kita intensifkan. Karena jika evakuasi besar – besaran benar – benar memang harus dilakukan, maka sepertinya apa yang terjadi seperti yang pernah kita lakukan di Yaman, maka mau tidak mau kita harus bergerak bersama,” kata Retno.

Retno berharap eskalasi tidak semakin memburuk, meski begitu tetap siap dengan rencana kontigensi bagi WNI di sana. (*)

 

Sumber: Antara

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post