Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Pemerintah Kabupaten Karo Akan Bangun Agro Wisata yang Mirip Banyuwangi

Rombongan Wagub Sumut saat berkunjung ke Argo Wisata Taman Suruh di Desa Wonosari, Banyuwangi, Selasa (22/10/2019). (Foto: Kemendagri RI)

Agro Wisata Taman Suruh di Desa Wonosari memiliki tanaman dari masing-masing kecamatan di kabupaten Banyuwangi dan menjadi destinasi wisata. Selain itu, di lokasi itu sering digelar berbagai acara untuk menarik minat masyarakat berkunjung.

BANYUWANGI – KABARE.ID: Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Musa Rajekshah mendesak Pemerintah Kabupaten Karo untuk segera membangun agro wisata, mengingat kondisi alam di wilayah itu sangat layak untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata.

“Kabupaten Karo sangat tepat sekali dibuat agro wisata, karena alamnya yang sangat cocok,” ujar Musa Rajekshah saat mengunjungi Agro Wisata Taman Suruh di Desa Wonosari, Glagah, Banyuwangi, Selasa (22/10).

Wagub Sumut mengaku sangat kagum saat tiba di kawasan Agro Wisata Taman Suruh. Ia berkunjung bersama Bupati Karo, Bupati Serdang Bedagai, Bupati Labuhan Batu Utara, Pimpinan OPD Pemprov Sumut, Dinas Pariwisata Deli Serdang, Dinas Pariwisata Batubara dan rombongan lainnya. Rombongan Wagub itu kemudian diajak berkeliling taman.

Sekretaris Dinas Pertanian Pemkab Banyuwangi, Dewa Made Wicaksana yang ikut menemani rombongan Wagub Sumut menyampaikan bahwa Agro Wisata Taman Suruh ini merupakan kelanjutan dari Agro Expo 2019 Banyuwangi yang dilaksanakan pada bulan Mei silam. “Kegiatan ini dimulai pada Mei 2019 lalu, pada waktu itu namanya adalah Agro Expo 2019, hanya dilaksanakan selama dua minggu,” ujarnya.

Baca juga: Kultur Bali dalam Bingkai Museum Kehidupan Samsara di Kaki Gunung Agung

Setelah acara selesai, lanjuta dia, Dinas Pertanian Pemkab Banyuwangi tetap mengelola lokasi ini dan berganti nama menjadi Argo Wisata Taman Suruh. Dinas kemudian bekerjasama dengan Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) mengenai masalah ticketing. “Sekarang setiap warga yang memasuki Agro Wisata Taman Suruh dikenakan biaya tiket sebesar Rp10 ribu sehingga menghasilkan PAD,” ujar Dewa Made.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa untuk mempersiapkan proses budidaya tanaman yang melibatkan berbagai SKPD terkait, Dinas Pertanian membuat rancangan pola seluruh tanaman mulai tanaman bunga, tanaman pangan, tanaman perkebunan dan lainnya.

“Di sini ada tanaman seperti padi, jagung dan kedelai. Dari tanaman perkebunan ada kopi kakao dan komoditas lainnya. Dari Hortikultura ada jeruk, mangga, bunga-bungaan, juga dari peternakan ada kambing dan sapi,” ujar Dewa Made.

Baca juga: Lombongo, Tempat Bersemayamnya Burung Maleo

Wagub Sumut pun mengpresiasi Agro Wisata Taman Suruh yang dikelola Dinas Pertanian Pemkab Banyuwangi. Hal ini sesuai dengan kebijakan Pemkab Banyuwangi melalu Bupati bahwa masing-masing dinas harus bisa menjadi destinasi pariwisata.

“Menarik karena di sini tidak hanya ingin menjual hasil dari tanaman yang ada tapi juga keindahan tamannya. Di sini ada tanaman yang terdapat pada masing-masing kecamatan di kabupaten Banyuwangi yang ditanam dari masing masing petani dan ini menjadi destinasi wisata. Selain itu, di lokasi ini sering digelar berbagai acara untuk menarik minat masyarakat berkunjung,” ujarnya.

Wagub Sumut mengaku ingin konsep agro wisata seperti Taman Suruh ini dapat dicontoh dan dikembangkan di Provinsi Sumatera Utara, terutama di wilayah Karo. “Mudah mudahan ini bisa menjadi contoh untuk kita kembangkan di daerah,” ujarnya.

Tawaran tersebut langsung disambut oleh Wakil Bupati Karo, Cory Sriwaty Sebayang yang juga ikut dalam rombongan. Dikatakan Cory, Kabupaten Karo sangat cocok untuk dibuatkan agro wisata seperti di Agro Wisata Taman Suruh.

Cory pun menargetkan akan membuat sebuah agro wisata di Karo dalam kurun waktu enam bulan. “Secepatnya minimal enam bulan setelah ini Pemkab Karo akan membuat taman agro wisata,” tegas Cory. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post