Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Pemerintah Hapus Program Mudik Gratis Tahun 2020

Ilustrasi. Mudik gratis. (foto. Indonesia.go.id)

Penghapusan program mudik gratis oleh Kementerian Perhubungan berhubungan dengan wabah virus corona Covid-19.

JAKARTA - KABARE.ID: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) resmi menghapus program mudik gratis pada masa Angkutan Lebaran (Angleb) 2020.

Kebijakan ini diambil setelah Darurat Bencana Wabah Penyakit Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia yang berlaku selama 91 hari terhitung sejak 29 Februari – 29 Mei 2020 mendatang.

Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi menyatakan bahwa baik program mudik gratis yang diadakan oleh Kementerian Perhubungan, BUMN, hingga swasta akan ditiadakan.

"Melihat kondisi penyebaran Covid-19 yang begitu masif belakangan ini, saya rasa ini keputusan yang tepat walau berat, mudik gratis akan dibatalkan,” jelas Dirjen Budi di Jakarta, Senin (23/3/2020).

“Oleh karena itu saya harap masyarakat pun dapat mengerti dan mematuhi apa yang sedang dilakukan pemerintah. Saat ini kami juga aktif mendorong masyarakat untuk tidak mudik, meminimalisir mobilisasi agar tidak memperluas kemungkinan penularan Covid-19," sambung dia.

Ia mengatakan untuk di Ditjen Perhubungan Darat, baik mudik gratis dengan bus dan kapal penyeberangan semuanya akan dihapuskan.

"Saat ini kita akan berganti fokus, saling bantu-membantu antara pemerintah pusat maupun daerah untuk mengatasi penularan Covid-19. Karena kita tahu dengan mudik, artinya ada arus orang banyak yang akan melakukan perjalanan. Ini tentu berbahaya dan beresiko tinggi jika tetap dilakukan," ujarnya.

Dirjen Budi mengharapkan peran serta masyarakat untuk tidak bepergian apalagi melakukan mudik pada saat libur Lebaran nanti.

"Oleh karena itu kami sampaikan kepada masyarakat yang sudah mendaftar mudik gratis, kami mohon maaf atas pembatalan ini,” ujar Budi.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan dahulu hingga situasi kondusif.

“Mudik ini melibatkan banyak massa, berpotensi menjadi titik penyebaran virus tersebut, yang mudik bepergian ke daerahnya masing-masing akan berpotensi membuat wilayah persebaran Covid-19 semakin luas. Kami akan gencarkan kampanye ini secara terus menerus," pungkas Dirjen Budi. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post