Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Pemerintah Berencana Restorasi Benteng Van den Bosch

Pemerintah berencana merestorasi benteng Van den Bosch di Ngawi. (Foto: BPMI)

Pemerintah berencana merestorasi Benteng Van den Bosch di Kabupaten Ngawi. Rencana ini dikemukakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai meninjau benteng tersebut pada 1 Februari 2019.

NGAWI-KABARE.ID: Ikon wisata yang oleh masyrakat setempat dikenal dengan sebutan Benteng Pandem ini dibangun sekitar 1839 oleh Gubernur Jenderal Defensieljn Van den Bosch. Benteng yang terletak di pertemuan sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun ini memang banyak mengalami kerusakan.

"Warisan pusaka seperti ini memang harus dijaga dan dipelihara. Tahun ini langsung dikerjakan oleh Kementerian PUPR. Tadi sudah langsung saya telepon dan sudah siap," kata Presiden menjelaskan kepada para jurnalis.

Jokowi mengatakan, proses restorasi ditargetkan selesai dalam waktu dua tahun dan akan didampingi oleh ahli-ahli purbakala.

"Dua tahun insyaallah rampung karena untuk merestorasi bangunan seperti ini ada kaidah-kaidah kepurbakalaan yang harus diikuti. Tidak bisa cepat-cepat kayak bangun bangunan yang lain. Ini nanti didampingi dari ahli-ahli purbakala," jelasnya.

Baca juga: Jokowi Panen Udang Vaname di Bekasi

Usai berkeliling, Presiden sempat menyeruput kopi Indonesia di sebuah kantin yang terletak di dalam area benteng. Sambil menikmati kudapan kacang rebus dan ubi, Presiden berbincang dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Bupati Ngawi Budi Sulistyo, dan Ketua DPRD Kabupaten Ngawi Dwi Riyanto Sujatmiko.

Presiden juga sempat mengunjungi stan usaha mikro yang berada di lokasi dan menjumpai beras merah putih organik dan beras singkong tanpa glukosa.

“Di pelataran dalam area Benteng Van den Bosch yang bersejarah di Ngawi, Jawa Timur, kemarin, ibu-ibu menggelar produk UMKM mereka seperti beras merah putih organik dan beras singkong tanpa glukosa. Dikemas rapi, kreatif, dan bagus untuk kesehatan,” ujar Presiden dalam unggahan di Instagram pada Sabtu, 2 Februari 2019. (bpmi/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post