Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Pemerintah Bakal Buat Lapas Khusus di Pulau Terpencil

Menko Polhukam Wiranto menjawab wartawan di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (17/6). (Foto: Humas Kemenko Polhukam)

Dengan ditempatkan di pulau terpencil, seorang napi, tidak akan mudah mendapatkan cuti atau memalsukan izin berobat seperti yang dilakukan oleh Setya Novanto.

JAKARTA-KABARE.ID: Pemerintah berencanakan untuk membuat lembaga pemasyarakatan (Lapas) khusus untuk narapidana (napi) kasus korupsi, narkotika dan terorisme dengan menggunakan pulau-pulau terpencil yang ada.

“Kita punya pulau kalau ngga salah kan 17 ribu pulau, yang dihuni baru 11 ribu pulau, masih ada 6 ribu pulau yang tidak dihuni,” kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (17/6) kemarin.

Dengan ditempatkan di pulau terpencil, Menko Polhukam meyakini seorang napi, tidak akan mudah mendapatkan cuti atau memalsukan izin berobat seperti yang dilakukan oleh Setya Novanto, narapidana kasus korupsi KTP-E yang pelesiran di Padalarang Kabupaten Bandung Barat.

Saat ini, kata Wiranto, pemerintah sudah membangun lagi Lapas di Nusa Kambangan untuk menampung para pelaku tindak kriminal seperti koruptor, napi narkotika, dan terorisme. Namun, pemerintah juga mulai merencanakan bagaimana membangun efektivitas Lapas-Lapas yang kegiatannya berhubungan dengan publik.

Seperti diketahui, sejumlah Lapas yang tadinya berada di pinggiran kota, seperti di Cipinang, Sukamiskin, Bali, Makassar, dan Manado, saat Belanda menjajah Indonesia, kini menjadi di tengah-tengah kota karena perkembangan.

"Akhirnya Lapas itu sangat dekat dengan aktivitas publik. Maka terjadi seperti sekarang ini, banyak yang bolos keluar, lalu ada transaksi narkotika, cuma dari lempar-lemparan lewat tembok aja bisa,” kata Wiranto.

“Tapi kalau (napi ditempatkan) di pulau-pulau kecil di sana, mau berenang ke sana, kan pasti gak bisa. Oleh karena itu kembali lagi tadi, karena lapas-lapas kita sudah over kapasitas, pemikiran ke sana sudah kita lakukan, sudah kita rapatkan, tentu tinggal menunggu proses selanjutnya,” tandas Wiranto. (bas)
 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post