Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Pembangunan Jalur MRT Bundaran HI - Ancol Mulai Akhir 2020

Menhub Budi K Sumadi menyampaikan keterangan pers usai mendampingi Presiden Jokowi menerima delegasi JAPINDA, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (20/11) siang. (Foto: Rahmat/Humas)

Kereta Moda Raya Transportasi (MRT) Jakarta yang saat ini baru memiliki rute Stasiun Lebak Bulus – Jakarta, akan ditambah rutenya hingga ke Ancol, Jakarta Utara.

JAKARTA - KABARE.ID: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pembangunan awal rute baru itu akan dimulai pada akhir tahun 2020.

“Itu sekarang sudah siap tapi akan intensif mulai bekerja itu akhir 2020, kita harapkan itu selesai 2024,” kata Menhub menjawab wartawan usai mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima delegasi pimpinan industri Jepang yang tergabung dalam Japan Indonesia Association (JAPINDA) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (20/11).

Menhub juga menyampaikan, untuk pembangunan MRT dari Cikarang (Bekasi) sampai Balaraja sepanjang 78 km, akan dimulai 2022 diharapkan selesai 2026.

Sedangkan kereta semi cepat Jakarta-Surabaya, sekarang sedang dilakukan visibilitas, diharapkan mulai tahun 2022 dan selesai 2026.

“Namun demikian tadi Pak Presiden secara umum minta semua pekerjaan itu dipercepat,” jelas Menhub.

Menurut Menhub Budi K. Sumadi, investasi untuk pembangunan kereta semi cepat Jakarta-Surabaya diharapkan mencapai Rp60 triliun. Tetapi ini akan berkembang sampai kurang lebih 100 triliun.

“Kita lagi ingin mengoptimasikan dengan angka yang lebih optimal, karena ada pesan Bapak Presiden yang paling penting adalah TKDN, (Tingkat Kandungan Dalam Negeri itu harus ditingkatkan,” kata Menhub seraya menambahkan, dalam pembangunan kereta semi cepat ini prinsipnya  kontraktor Indonesia harus dilibatkan, dan alih teknologi dilakukan lebih cepat.

Menhub juga menyampaikan, untuk pembangunan MRT praktis Jepang hanya membangun setelah itu kita mengoperasikan secara mandiri oleh PT MRT.  

Dijelaskan Menhub, pembangunan kereta cepat Jakarta-Surabaya sekarang sedang memasuki Feasibility Study (FS), belum memulai satu proses tender. Ia memperkirakan pada tahun 2020 baru  akan dilakukan tender.

“Tetapi kalau kita lihat dari skema yang kita lakukan di MRT, maka yang membangun adalah kolaborasi antara perusahaan Jepang dan Indonesia, dan itu dibagi dalam beberapa segmen, sehingga dalam kecepatan bisa dicapai kecepatan lebih baik dan sumber daya manusia yang belajar juga lebih banyak,” pungkas Menhub. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post