Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Pembangunan Apartemen Suburkan Bisnis Desain Interior

Architect and Interior Designer Champs Elysees, Chrissanta saat menggelar pameran properti di kawasan Bidakara, Jakarta, Jumat (16/12). (Kabare.co/ Baskoro)

Pembangunan apartemen di pinggiran Jakarta dan daerah urban masih tetap marak. Berdasarkan riset Indonesia Property Watch (IPW) disebutkan pada kuartal II-2016, wilayah Bekasi pertumbuhan permintaan hunian mencapai angka tertinggi dibandingkan Jakarta, Bogor, Depok, dan Tangerang.

Jakarta - Tingginya minat untuk memiliki aparteman tidak bisa lepas dari kehadiran bisnis desain interior. Penjualan properti pada kuartal III-2016 sebesar Rp1,169 triliun dengan peningkatan nilai sebesar 8,1% dan kenaikan unit terjual 11,8% dari kuartal II-2016. Tiga wilayah Bodetabek yang menunjukkan pertumbuhan unit terjual pada kuartal III paling tinggi di wilayah Bogor dengan kenaikan 19,3%, Bekasi dengan kenaikan 16,3% dan Depok dengan kenaikan 10,4%.

Pertumbuhan apartemen diikuti dengan banyak permintaan terhadap desain interior. Seperti yang dialami Champs Elysees ketika pameran di Bidakara I, Jakarta, pada Jumat (16/12).

Menurut Chrissanta, Architect and Interior Designer Champs Elysees, bisnis desain interior semakin subur berkat pembangunan aparteman di kawasan urban.

"Sampai akhir tahun ini masih menjanjikan, meskipun sempat turun karena inflasi. Tapi menurut pandangan saya, bisnis properti masih sangat menjanjikan terutama bisnis interior," papar Chris di Jakarta, Jumat (16/12).

Chris menjelaskan, pergerakan bisnis interior sangat dinamis mengikuti perkembasngan tren seperti kain, teknologi, dan inovasi yang membuat bisnis interior akan sangat menjanjikan.

Menurut Chris, harga unit properti yang paling diminati masih berkisar pada harga Rp300-500 juta untuk wilayah Bekasi dan Bogor, serta Depok Rp1-2 miliar dan Jakarta di atas Rp2 miliar.

Potensi mendapatkan keuntungan lebih besar pada apartemen di kawasan timur Jakarta dan Bekasi Selatan. Mengingat, kawasan timur Jakarta memiliki keunggulan akses dan pengembangan infrastruktur dibandingkan kawasan barat Jakarta, seperti Serpong. Apalagi  harga tanah di kawasan Serpong semakin tinggi.

Baskoro

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post