Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Pemandangan "Unik" Saat Gelar Griya Bersama Presiden di Istana Bogor

Presiden Joko Widodo (kiri) berjabat tangan dengan warga di acara Silaturahmi Idul Fitri 1 Syawal 1439 H di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/6/2018). (Antara /Widodo S Jusuf)

Sudah dua kali Presiden Joko Widodo mengadakan gelar griya (open house) hari raya Idul Fitri, yaitu di Istana Negara, Jakarta pada 2017 dan di Istana Bogor pada 2018.

BOGOR-KABARE.ID: Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo mengadakan gelar griya (open house) hari raya Idul Fitri 2018 di Istana Bogor.

Kesempatan tersebut dimanfaatkan masyarakat sekitar dan beberapa pejabat untuk bertemu, bersalaman, hingga berfoto dengan orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Antrian mengular seperti tak putus-putus bahkan melewati waktu yang sudah ditentukan sebelumnya.

Gelar griya hari raya Idul Fitri merupakan kali kedua yang dilaksanakan Presiden. Sebelumnya Gelar griya 2017 dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta.

Ada pemandangan unik pada gelar griya di Istana Kepresidenan Bogor kali ini. Tampak beberapa masyarakat di sekitar Bogor mengenakan kaus, celana panjang, dan sandal jepit untuk bersilaturahmi, tampilan yang tidak ditemukan saat gelar griya 2017 di Istana Negara

Salah seorang warga yang tampil dengan "sandalan" adalah Ajum Jumhadi salah satu penarik becak yang biasa mangkal di depan lembaga pemasyarakatan (lapas) Paledang, Bogor.

"Ini pertama bertemu Presiden, pertama masuk Istana Presiden, saya hanya ingin mengucapkan selamat Idul Fitri saja," kata Ajum Jumhadi yang datang bersama dengan rekan-rekannya, para penarik becak.

Mereka mendapat giliran untuk bersalaman dengan Presiden dan Ibu Negara sekitar pukul 10.15 WIB. Salah satu rekan Ajum bahkan dibolehkan membawa masuk topi caping ke ruang teratai tempat gelar griya dilaksanakan.

Sedangkan Ujang, petani asal Sukabumi juga mengaku datang karena ingin bersilaturahmi dengan Presiden. "Datang sendiri, tadi salaman langsung, Ya minal aidin saja," kata Ujang.

Seusai bertemu, bersalaman, dan berfoto dengan Presiden Joko Widodo, Ajum, Ujang, dan warga lainnya mendapat santapan makan siang berupa lontong sayur dan opor di bawah tenda hijau yang sengaja dipasang di halaman belakang Istana Bogor. Mereka pun mendapat "oleh-oleh" paket sembako saat melangkah keluar gerbang Istana.

Turut hadir dalam acara itu pejabat negara maupun tokoh politik, menteri Kabinet Kerja, kepala lembaga negara, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, para kepala lembaga negara, Ketua BPK Moermahadi S Djanegara, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia Triawan Munaf, Kepala Badan Narkotika Nasional Heru Winarko, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Suhardi Alius.

Hadir pula para pengusaha dan tokoh nasional seperti, pendiri Mustika Ratu Mooryati Soedibyo, sutradara Hanung Bramantyo, pengusaha Hartati Murdaya Poo dan Murdaya Poo, mantan ketua MK Jimly Asshiddiqie, Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, pimpinan Media Grup Surya Paloh, pengusaha Chairul Tanjung, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. (*)

 

Sumber: Antara

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post