Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Pelajar Indonesia Juara Kompetisi Ilmu Kebumian Internasional di Thailand

Empat pelajar Indonesia meraih medali di ajang International Earth Science Olympiad. (Foto: Kemdikbud.go.id)

Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia, lima pelajar Indonesia juara di kompetisi ilmu kebumian internasional di Thailand.

THAILAND-KABARE.ID: Lima siswa Indonesia peraih medali Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2017 berhasil memboyong tiga medali emas, dua perak, dan tiga perunggu dalam kompetisi 12nd International Earth Science Olympiad (IESO) yang berlangsung di Mahidol Kanchanaburi, Thailand, pada 8 – 17 Agustus 2018.

Dua siswa peraih medali emas pada kategori individu diraih oleh Naufal Dean Anugrah (SMAN 1 Yogyakarta) dan Geoffrey Tyndall (SMAN 2 Jakarta). Satu medali perak oleh Abraham Karel (SMAN 8 Jakarta) dan satu medali perunggu oleh Lintang Ambar Pramesti (SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta).

Tidak hanya itu, pelajar Indonesia juga meraih penghargaan kategori lomba berkelompok ITFI (International Team Field Investigation) dan ESP (Earth Science Project). Dari kompetisi ESP, siswa Indonesia meraih medali emas atas nama Abraham dan medali perunggu atas nama Lintang. Sedangkan dari kategori ITFI, siswa Indonesia meraih medali perak atas nama Naufal dan perunggu atas nama Geoffrey.

“Indonesia masuk pada peringkat ketiga dunia dalam ajang olimpiade internasional yang diikuti oleh 39 negara tersebut. Ini luar biasa hadiah yang diberikan para siswa kita tersebut di Hari Ulang Tahun ke-73 Kemerdekaan negara kita,” ujar Kepala Sub Direktorat Peserta Didik, Direktorat Pembinaan SMA, Ditjen Dikdasmen, Kemendikbud, Suharlan seperti dikutip laman Kemdikbud.go.id, Minggu (19/8/2018).

Suharlan yang menyambut kepulangan para siswa peraih medali tersebut di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (18/8/2018), menambahkan bahwa mewakili pemerintah ia bangga kepada para pelajar yang mengharumkan nama bangsa Indonesia di forum internasional. “Kami bangga anak-anak kita pulang mendapatkan medali dan mayoritas mendapatkan emas,” ujarnya.

Para siswa yang sebelumnya menjuarai OSN tersebut, kata Suharlan, terpilih melalui jalan yang tidak mudah, karena harus melewati empat tahapan pembinaan yang dilaksanakan di Yogyakarta dan Bandung selama tiga bulan di akhir tahun 2017 hingga sebelum keberangkatan di tahun 2018.

“Dari beberapa siswa yang mengikuti pembekalan yang dilaksanakan oleh Direktorat PSMA, terpilih lima yang berangkat mewakili Indonesia untuk mengikut olimpiade Internasional,” jelas Suharlan.

Naufal Dean Anugrah dan Geoffrey Tyndall membagikan ceritanya selama mengikuti ajang olimpiade internasional bergengsi tersebut. Naufal mengemukakan kebahagiaanya saat berkumpul dengan para siswa dari 39 negara.

“Saat sampai di sana seru banget saya bisa bertemu dengan teman-teman dari berbagai negara. Saat pembukaan acara pun kami disambut oleh salah satu Putri dari Kerajaan Thailand,” kenang Naufal.

Naufal mengakui persiapan yang dilakukan Pemerintah sebelum keberangkatannya ke Thailand sangat bagus, dimulai dari kabupaten kemudian seleksi tingkat provinsi, kemudian ikut OSN tingkat nasional di Riau. Puncaknya adalah mengikuti pelatihan nasional sebanyak empat kali.

Sama dengan Naufal, Geoffrey Tyndall dari SMAN 2 Jakarta pun mengaku senangnya bisa bertemu dengan para siswa dari 39 Negara peserta IESO. “Saya senang sekali memiliki teman-teman baru dari 39 negara. Saya bisa merasakan atmosfer kompetisi dengan negara-negara yang memiliki keunggulan serupa dengan Indonesia di bidang kebumian,” ujarnya.

“Saya.. memulai dari bawah mengikuti kompetisi di tingkat kota, kemudian provinsi, dan nasional. Dengan kita tetap tenang dan fokus akhirnya berhasil ikut pada ajang internasional dan mendapatkan juara,” pesan Geoffrey.

IESO adalah ajang kompetisi siswa pra-perguruan tinggi (sekolah menengah) bidang ilmu kebumian yang meliputi pengetahuan mengenai geosfer (geologi dan geofisika), hidrosfer (hidrologi dan oseanografi), atmosfer (meteorologi dan klimatologi) dan astronomi.

Kegiatan ini dipayungi oleh International Geoscience Education Organization (IGEO), merupakan suatu organisasi internasional dengan anggota para pendidik/organisasi/institusi pendidikan ilmu kebumian di seluruh dunia baik untuk tingkat pra-perguruan tinggi maupun perguruan tinggi.

Uji kemampuan siswa pada kompetisi ini berupa tes tertulis dan tes praktek di lapangan. Selain itu terdapat juga kompetisi berkelompok yang menjadi ciri dari IESO yang disebut ITFI dan ESP.

ITFI merupakan kerja sama lintas negara untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan ilmu kebumian. Dalam kompetisi ini siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan anggota yang terdiri atas siswa dari berbagai negara yang kemudian harus melaksanakan tugas berupa investigasi lapangan.

Sedangkan pada kompetisi ESP, setiap kelompok membuat riset mengenai satu masalah dan mengajukan solusi yang berkesinambungan dalam bentuk presentasi poster yang kemudian dipamerkan dan dinilai oleh para juri. Tim USA menjadi juara umum IESO 2018 dengan perolehan empat medali emas. (bas)
 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post