Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Pelajar Indonesia Juara di Olimpiade Geografi Internasional

Ilustrasi: ist

Indonesia dinobatkan sebagai juara umum pada IGeO 2019, yang diikuti 176 peserta dari 44 negara.

JAKARTA - KABARE.ID: Pelajar Indonesia menorehkan prestasi di ajang Olimpiade Geografi tingkat Internasional ke-16 (IGeO) yang berlangsung di Hongkong pada 30 Juli - 5 Agustus 2019.

Dengan raihan dua medali emas dan dua perak, Indonesia dinobatkan sebagai juara umum pada IGeO 2019, yang diikuti 176 peserta dari 44 negara.

Dua medali emas diraih oleh Fernando, siswa SMA Sutomo 1 Medan, dan Fayola siswa SMA Methodist 3 Medan. Sedangkan dua medali perak diraih oleh Hadyan F. Anshori siswa MAN Insan Cendikia Gorontalo dan Agista Kumala Dewi siswa SMA Semesta BBS Semarang.

Kasubdit Peserta Didik, Ditjen PSMA, Kemendikbud, Juandanilsyah menyambut kedatangan para siswa yang telah mengharumkan nama Indonesia tersebut di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta pada Selasa malam (6/8/19).

"Terimakasih, alhamdulillah, anak-anak ini hebat, dan ini kali pertama Indonesia menjadi juara umum pada ajang Olimpiade Geografi Internasional dan luar biasa bisa bersaing dengan negara hebat lainnya," ungkap Juandanilsyah.

Sebagai bentuk apresiasi Pemerintah, Juandanilsyah mengatakan, Kemendikbud akan memberi penghargaan berupa beasiswa pendidikan hingga ke perguruan tinggi kepada para peraih medali.

"Tentunya kepada mereka tetap diberikan beasiswa. Support dari kami, program bantuan kepada adik-adik ini, ada sesuatu yang bisa kita berikan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi", ujarnya.

Salah satu peraih medali emas, Feyola merasa terkejut dirinya bisa mempersembahkan medali emas untuk Indonesia.

"Sebenarnya saya cukup terkejut bisa mendapat medali, karena pada saat mengerjakan soal sebetulnya kurang menguasai juga, tapi puji Tuhan bisa menorehkan prestasi untuk Indonesia," ujar siswi yang baru menyelesaikan pendidikannya di SMA.

Menceritakan pengalamannya saat berkompetisi, Feyola menambahkan, negara-negara lain sangat kompetitif dan banyak negara hebat lainnya yang juga bersaing pada ajang olimpiade ini. "Saingan paling berat itu Amerika Serikat dan untuk Asia, ada Thailand," ujarnya.

Sebelum berangkat ke Hongkong, ke-4 peserta diberi pembinaan oleh asisten dan dosen dari beberapa perguruan tinggi, diantaranya dari Fakultas Ilmu Kebumian,ITB; Fakultas Geografi, UGM, dan; Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial, UPI, serta para alumni peserta IGeO yang telah mengikuti ajang ini pada tahun sebelumnya.

"Saya belajar selama kurang lebih satu tahun untuk olimpiade ini dan saya tentunya lebih banyak berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa," ujar siswi yang hendak melanjutkan pendidikannya ke Nanyang Technology University, Singapura ini. (*) 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post