Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Pawai Budaya sampai Pasar Kuliner Tradisional Siap Ramaikan Kongres Kebudayaan Indonesia 2018

Ilustrasi: Pawai budaya. (Pixabay)

Beragam kegiatan menarik, seperti pertunjukan seni budaya, musik kontemporer, pemutaran film, hingga festival kuliner tengah disiapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk meramaikan Kongres Kebudayaan Indonesia 2018.

JAKARTA-KABARE.ID: Hari bebas kendaraan bermotor Jakarta, pada Minggu (9/12) akan dimeriahkan dengan Pawai Budaya dari perwakilan 34 provinsi. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) 2018.

"Ini lebih tepat disebut dengan pertunjukkan seni budaya massal di jalanan. Karena akan menghadirkan 2.400 penampil. Ada juga dua ribu pesilat Tapak Suci yang ikut berpawai," kata Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid dalam keterangan resmi yang dikutip Kabare.id, Selasa (4/12/2018).

Sebelum itu, pada tanggal 5 Desember, KKI akan menghadirkan beragam kegiatan menarik, antara lain: pertunjukan seni budaya tradisi, musik kontemporer, pemutaran film, serta berbagai pameran yang dibuka untuk umum.

Selain memamerkan karya seni visual, KKI juga menghadirkan manuskrip, karya sastra, dan tradisi lisan yang hidup dan berkembang di tanah air. Pasar kuliner tradisional yang disiapkan panitia juga menghadirkan berbagai pangan olahan dari bahan yang berasal laut.

"Jamu juga akan kita hadirkan di KKI sebagai salah satu hasil pengetahuan tradisional. Ini merupakan salah satu obyek pemajuan kebudayaan kita," tambah Sekretaris Dirjen Kebudayaan, Sri Hartini.

Panggung Kubah Bambu

Bambu menjadi materi utama yang dipilih Novi Kristinawati Sutono untuk membuat panggung utama KKI 2018. Ia merasa tertantang untuk menggunakan bambu -yang seringkali disepelekan orang- menjadi sebuah karya instalasi raksasa. "Material bambu layak dikembalikan menjadi bagian penting kebudayaan Indonesia," kata Novi.

Sebagai karya instalasi yang unik, panggung bambu karya Novi memiliki diameter 20 meter, tinggi 10 meter, dan menggunakan sekitar 1.400 bilah bambu. Panggung bambu KKI yang menyerupai kubah, ditutupi dengan materi transparan sebagai atapnya. Dalam proses pemasangan, Novi dibantu 17 orang dan membutuhkan waktu hampir dua minggu.

"Kekuatan bambu adalah ketika saya bisa memanfaatkan kelenturannya. Bambu berbeda dengan baja. Keunikan bambu adalah keunikannya, kelenturannya adalah kekuatannya," jelas Novi.

Pemilihan bambu sebagai salah satu instalasi utama pada KKI dimaksudkan sebagai pesan pentingnya kearifan lokal. Menurut Dirjen Kebudayaan, dengan menggunakan bahan dan teknik yang bersumber dari kearifan lokal dapat diciptakan sebuah karya instalasi yang fenomenal. "Apa yang berasal dari kearifan lokal tidak hanya bisa dipamerkan untuk skala nasional, bahkan global," kata Hilmar Farid. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post