Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Paviliun Indonesia di Festival Janadriyah Dipadati Pengunjung

Foto: Kemendikbud

Paviliun Indonesia di Festival Janadriyah ke-33 di Riyadh, Arab Saudi dipadati pengunjung yang tertarik mengenal budaya Indonesia.

ARAB SAUDI-KABARE.ID: Beberapa budaya yang ditampilkan antara lain pembuatan keramik, tenun Lombok, sulam tapis dari Lampung, batik tulis Yogyakarta, sketsa wajah, ramuan jamu, dan permainan tradisional. Beberapa pertunjukan juga ditampilkan, seperti tari saman, tari zapin, rampak gendang, dan dangdut thillung dari Yogyakarta.

Seperti diketahui, Indonesia menjadi tamu kehormatan di Festival Janadriyah yang berlangsung sejak 20 Desember 2018 hingga 9 Januari 2019. Festival ini buka setiap hari, mulai pukul 16.00 hingga 23.00 waktu setempat.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (Atdikbud KBRI) di Riyadh, Ahmad Ubaedillah mengatakan, kehadiran Indonesia sebagai tamu kehormatan Festival Janadriyah ke-33 tergolong sukses. Hal tersebut terbukti dari banyaknya pengunjung yang memadati Paviliun Indonesia, maupun yang menonton pertunjukan seni di panggung luar paviliun.

Baca juga: Puluhan Pekerja Seni Gelar Konser Amal untuk Korban Bencana di Indonesia

"Ini sangat sukses, ya. Bisa saya katakan secara subjektif kalau ini lebih ramai dibanding (Festival Janadriyah) tahun lalu,” ujar Ahmad Ubaedillah di Paviliun Indonesia, di Festival Janadriyah, Riyadh, Arab Saudi, Senin (7/1/2019).

Ahmad menambahkan, keriuhan makin terjadi pada Kamis malam dan Jumat malam. Hal ini dikarenakan orang-orang Arab Saudi libur pada hari Jumat. “Ini kalau malam Jumat, malam Sabtu, weekend-nya orang Saudi ini menjadi yang dinanti, penuh. Bahkan paviliun kita ini ditunggu-tunggu. Sebelum buka saja mereka sudah menunggu penampilan dari performer kita. Luar biasa mereka antusiasnya," ujarnya.

Meski belum mendapatkan angka pasti jumlah pengunjung, dengan yakin Ahmad menyebutkan pengunjung mencapai ribuan orang. "Suvenir kita yang jumlahnya ribuan itu saja dalam tiga hari sudah habis," katanya.

Baca juga: KBRI Phnom Penh Promosikan Kuliner Indonesia

Indonesia ditunjuk sebagai tamu kehormatan dalam festival ini melalui Dekrit Raja Salman pada September 2018. Tema yang diangkat Indonesia adalah Unity in Diversity for Strengthening Moderation and Global Peace

Ini adalah pertama kalinya Indonesia menjadi tamu kehormatan di Festival Janadriyah. Sebelumnya, Rusia, Prancis, Jepang, Jerman, hingga India, pernah diberi kesempatan sebagai tamu kehormatan. Paviliun Indonesia di Festival Janadriyah memamerkan kekayaan budaya dan sejarah dalam area seluas 2.500 meter persegi.

Kegiatan di Paviliun Indonesia beragam. Untuk anak-anak bisa mencoba permainan tradisional Indonesia di stan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN). Di stan SILN ini, pengunjung bisa memainkan gasing dan congklak. Anak-anak juga bisa dilukis wajahnya oleh seniman face painting dari Indonesia.

Lalu bagi yang bersabar antre, bisa juga meminta wajahnya dilukis oleh seniman sketsa. Stan lukis sketsa wajah ini menjadi salah satu stan favorit di Festival Janadriyah. Stan lain yang dipadati pengunjung adalah stan jamu dan pembuatan keramik.

Baca juga: Ustaz Yusuf Mansur Berencana Kembangkan Pariwisata Syariah

Selain itu, Indonesia juga mengenalkan batik tulis khas Yogyakarta dan batik rajah dari Magelang. Di stan batik rajah, pengunjung bisa mendapatkan kaligrafi namanya yang dibuat dengan seni batik tulis di atas sehelai kain katun.

Deena, salah seorang pengunjung yang mengantre di stan Batik Rajah mengatakan tertarik dengan kaligrafi batik karena merupakan hasil kerajinan tangan yang indah. Ia pun tertarik dengan budaya Indonesia. "Saya ingin berkunjung ke Indonesia. Insyaallah," tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan pengunjung lain, seorang remaja perempuan bernama Deem. Menurutnya, Indonesia adalah negara yang menarik. Kedatangannya ke Festival Janadriyah karena tertarik untuk melihat budaya Indonesia, seperti seni, pakaian daerah, dan makanan. Ia pun mengungkapkan keinginannya untuk berkunjung ke Indonesia.

Baca juga: Belajar Pendidikan Karakter dari Wayang

Pengunjung yang memadati Paviliun Indonesia di Festival Janadriyah bukan hanya penduduk asli Arab Saudi, melainkan warga negara Indonesia yang bekerja di Arab Saudi. Banyak tenaga kerja Indonesia yang datang untuk mengobati kerinduannya terhadap Tanah Air.

Siti Aisyah adalah salah satunya. Wanita yang sudah bekerja di Riyadh selama 3,5 tahun ini mengetahui informasi tentang kehadiran Indonesia di Festival Janadriyah dari temannya. Lalu bersama anggota keluarga tempatnya bekerja, ia datang ke Paviliun Indonesia.

"Tadi sudah sempat keliling. Alhamdulillah, senang lihat Indonesia, kangen banget," tutur perempuan yang berasal dari Bogor itu. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post