Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

PAUD Adalah Pendidikan Karakter, Bukan Baca, Tulis dan Berhitung

Ilustrasi: Pendidikan karakter, saling membantu. (Pixabay)

Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi menekankan bahwa pendidikan PAUD esensinya ditujukan untuk membentuk karakter anak sedini mungkin, bukan bertujuan untuk pelajaran membaca, menulis, dan berhitung.

JAKARTA-KABARE.ID: Pendidikan anak usia dini (PAUD) berkembang dengan cepat di Indonesia.

Data dari Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebutkan bahwa pada tahun 2016, saat Kemendikbud pertama kali memberikan bantuan operasional pendidikan (BOP) untuk PAUD, jumlah lembaga PAUD sekitar 190-ribu. Sekarang, sudah ada sekitar 246-ribu lembaga PAUD yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbud Didik Suhardi mengatakan, berkembangnya PAUD di Indonesia diharapkan mampu memberikan pendidikan karakter sedini mungkin, bukan pelajaran membaca, menulis, dan berhitung (calistung).

"Pendidikan karakter harus ditekankan di PAUD, bukan calistung. Masuk SD tidak boleh ada tes calistung, karena pendidikan di lembaga PAUD bukan untuk mengajarkan calistung," ujar Sesjen Kemendikbud Didik Suhardi dalam keterangan resmi yang dikutip Kabare, Selasa (19/2/2019).

Baca juga: Alihkan Perhatian Anak Terhadap Gawai dengan Permainan Tradisional

Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, pada Pasal 69 ayat (5) disebutkan bahwa penerimaan peserta didik kelas 1 SD/MI atau bentuk lain yang sederajat tidak didasarkan pada hasil tes kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, atau bentuk tes lain.

Kemudian dalam Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), tercantum bahwa persyaratan usia merupakan satu-satunya syarat calon peserta didik kelas 1 SD, yaitu berusia tujuh tahun atau paling rendah enam tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan.

Didik mengatakan, kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pendidikan prasekolah sudah tinggi. Namun, yang masih menjadi persoalan adalah mengenai standardisasi penyelenggaraan lembaga PAUD, termasuk pengajaran calistung pada anak-anak usia dini.

"PAUD itu filosofinya adalah tempat bermain, taman bermain. Oleh karena itu harus diluruskan," katanya.

Baca juga: Kemendikbud Bakal Ubah Nomor Induk Siswa dengan Nomor Induk Kependudukan

Ia menuturkan, Mendikbud juga akan membuat surat edaran ke sekolah-sekolah dasar supaya tidak memberlakukan tes calistung untuk calon peserta didik kelas 1, dan hanya melihat persyaratan usia.

Menurut Didik, saat ini terjadi kesalahpahaman praktik pendidikan di jenjang PAUD dan SD. Karena saat SD memberlakukan tes calistung untuk calon peserta didik kelas 1, maka otomatis lembaga PAUD juga akan terpaksa mengajarkan calistung kepada anak-anak usia dini. Padahal yang harus ditekankan dalam penyelenggaraan lembaga PAUD adalah penerapan pendidikan karakter untuk anak usia dini. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post