Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Pasar Hutan Ranolewo Daya Tarik Baru Pariwisata Minahasa

Danau Ranolewo yang terkenal dengan air bersuhu hangat dan berwarna unik. (dok. Kemenpar RI)

Pasar Hutan Ranolewo terletak tak jauh dari Danau Ranolewo yang terkenal dengan air bersuhu hangat dan berwarna unik. Danau berwarna biru ini memiliki suhu mencapai 70 derajat celcius.

MINAHASA-KABARE.ID: Pasar Hutan Ranowelo di Desa Toraget, Kecamatan Langowan Barat, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, dikembangkan agar menjadi daya tarik baru pariwisata Minahasa.

Belum lama ini Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengapresiasi kerja keras anak muda Generasi Pesona Indonesia Sulawesi Utara (Genpi Sulut) yang ikut mempromosikan destinasi-destinasi wisata di daerahnya.

“Apresiasi bagi anak-anak muda di Minahasa yang membuat destinasi digital dengan memanfaatkan alam yang indah, namanya Pasar Hutan Ranolewo, di belakangnya ada perbukitan yang indah dan udaranya juga sejuk, keren banget,” kata Menpar Arief Yahya dalam keteranagn resmi yang dikutip Kabare.id, Jumat (5/4).

Menpar Arief Yahya saat mengunjungi Danau Ranolewo di Sulawesi Utara. (dok. Kemenpar RI)


Pasar tersebut terletak tak jauh dari Danau Ranolewo yang selama ini dikenal karena keindahan alamnya dengan air bersuhu hangat dan berwarna unik. Menpar Arief Yahya sekaligus mengajak wisatawan jika berkunjung ke Sulawesi Utara, untuk menyempatkan diri berkunjung ke danau berwarna ini.

“Silakan datang ke sini, lalu promosikan via digital, karena danau berwarna biru ini merupakan danau air panas, dengan suhu mencapai 70 derajat celcius. Namun bila ingin mandi jangan di sini, ada di satu danau lagi yang berwarna hijau, jaraknya tidak terlalu jauh dari Danau Ranolewo,” ajak Menpar.

Pasar Hutan Ranolewo saat ini tercatat menjadi destinasi digital yang ke-55 yang dikembangkan Genpi. Untuk itu Menpar Arief Yahya mengajak para anak muda di seluruh Indonesia untuk sama-sama mempromosikan destinasi di daerahnya melalui platform digital.

“Promosikan daerahmu dengan sosial media karena itu cara yang paling efektif. Saya berharap dukungan dari pemerintah ini bisa membuat destinasi ini semakin terkenal. Gunakanlah digital karena milenial itu digital,” tandas Menpar Arief Yahya. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post