Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Pariwisata Menumbuhkan Toleransi dan Sikap Saling Menghargai

Ilustrasi: Tari tradisional di Bali. (Pixabay)

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengapresiasi gelaran konser persahabatan 60 tahun Indonesia-Selandia Baru yang akan diselenggarakan di The Opera House, Jumat, 9 November 2018.

JAKARTA-KABARE.ID: Konser bertajuk “The Symphony of Friendship” ini akan dimeriahkan oleh musisi dari kedua negara, antara lain Edo Kondologit, Gita Gutawa, dan Andmesh Kamaleng. Serta, Maisey Rika dan Tama Waipara dari suku Maori (suku asli di Selandia Baru).

Menurut Menpar, Selandia Baru adalah salah satu pasar potensial, dan sudah memiliki direct flight ke Bali. Maskapai Emirates dan New Zealand Air sudah terbang langsung dari Auckland - Denpasar.

“Ketika ada akses langsung ke Bali, akan lebih mudah menarik wisman ke Indonesia. Mirip dengan pasar Australia, New Zealand suka dengan adventure, bahari, surfing dan culture, semua tersedia dengan baik di Bali,” kata Menpar Arief Yahya dalam keterangan resmi yang dikutip Kabare.id, Kamis (8/11/2018).

Menpar mengaku tidak pernah khawatir dengan atraksi dan amenitas di destinasi Bali. Kemenpar juga sudah memiliki komunitas Genwi Chapter New Zealand, yakni perkumpulan anak-anak muda, pelajar mahasiswa dan diaspora yang peduli pariwisata Indonesia di Negeri Kiwi tersebut.

Baca juga: Koreografer Korea Selatan Angkat Masalah Identitas Pria dan Wanita Modern di IDF 2018

Dubes RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya ikut meresmikan komunitas netizen yang saat ini rajin memviralkan Wonderful Indonesia di sana. “Event The Symphony of Friendship ini bisa menjadi pintu masuk agar lebih kuat konten promosinya,” kata Menpar Arief Yahya.

Bagi Indonesia, negara-negara Pasifik tidak hanya menjadi sahabat yang dekat secara geografis, historis maupun etnis. Lebih dari itu, dengan ketersediaan konektivitas yang semakin baik, negara-negara Pasifik menjadi salah satu pasar potensial pariwisata Indonesia.

Sementara Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, kunjungan wisatawan dari Selandia Baru, selalu meningkat sejak tahun 2011. Pada tahun 2017 kunjungan wisatawan dari Selandia Baru mencapai 106,914 kunjungan.

"Adapun di tahun 2018, berdasarkan perhitungan sementara bulan Januari hingga September, kunjungan wisatawan mancanegara, sudah mencapai 98,200 kunjungan, atau tumbuh 16.54 persen dibandingkan kunjungan pada periode yang sama di tahun 2017," ungkap Giri.

"Pemerintah Indonesia telah memberikan kebijakan Bebas Visa Kunjungan Singkat (BVKS) selama 30 hari pada 169 negara, termasuk negara-negara Pasifik," tambah Giri.

Baca juga: Marsha Timothy Jadi Nyai Ontosoroh dalam Pentas Teater “Bunga Penutup Abad”

Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional Australia, Oceania, Adella Raung menambahkan, pariwisata tidak hanya berperan sebagai penopang perekonomian Indonesia. Namun sekaligus sebagai media pengenalan budaya sehingga menumbuhkan toleransi dan sikap saling menghargai.

"Selain mendukung konser Symphony of Friendship, Kementerian Pariwisata juga akan berpartisipasi pada parade budaya Santa Parade Festival tanggal 25 November 2018 mendatang,” ujarnya.

“Seluruh kegiatan-kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan awareness dan jumlah kunjungan ke Indonesia, tetapi lebih dari itu, memperkenalkan kedekatan budaya Indonesia dengan negara-negara Pasifik," sambung Adella.

Adella melanjutkan, ada kemiripan kosa kata, nada, serta keberadaan 80 persen ras Melanesia dan Polynesia yang tinggal di Indonesia bagian timur. Melalui kegiatan Symphony of Friendship, diharapkan pesan-pesan positif tersebut tersampaikan dengan baik.

"Sehingga meningkatkan interest warga negara-negara Pasifik untuk berkunjung ke Indonesia dan menikmati secara langsung kedekatan budaya tersebut," tandasnya. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post