Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Para Pemikir Pariwisata Tingkat Dunia Berkongres di UGM

Candi Borobudur. (Pixabay)

Mencermati perkembangan kepariwisataan global yang menunjukkan perkembangan amat pesat, kawasan Asia Pasific merupakan kawasan paling cepat dan paling dinamis.

YOGYAKARTA-KABARE.ID :  Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi terkemuka, terbesar dan tertua, mengambil inisiatif untuk menjadi tuan rumah Konferensi CTS-AP yang pertama kali di Asia Pasific, 3-6 Maret 2018.

Menurut Ketua Panitia Pengarah CTS-AP Prof  Wiendu Nuryanti, dalam siaran pers yang dikirim ke redaksi, Kamis (23/2/2018), hal ini seiring dengan Indonesia dipandang sebagai tempat strategis untuk menyemaikan berbagai gagasan dari para pemikir pariwisata dunia tersebut. Sekaligus tempat yang dipilih sebagai pagelaran konferensi internasonal CTS-AP

Dijelaskan, Critical Tourisme Studies (CTS) merupakan asosiasi para pemikir pariwisata dunia yang bermarkas di London-United Kingdom dengan keanggotaan sangat beragam dan luas. Pada saat ini, tengah memindahkan orientasinya dari Eropa ke kawasan Asia Pasific dengan membentuk Critical Tourism Studies-Asia Pasific/ CTS-AP.

"CTS selalu mengembangkan berbagai kesempatan untuk membangun jaringan kerja sama, pertukaran gagasan, kolaborasi penelitian serta diskusi kritis terkait isu-isu terkini kepariwisataan dunia dan solusinya untuk pembangunan kepariwisataan berkelanjutan sebagai salah satu industri terbesar dunia," katanya.

Relief perahu bercadik di Borobudur. (Wikipedia)

 

Upacara pembukaan konferensi CTS-AP akan dilaksanakan di Balairung, Gedung Pusat UGM pada hari Sabtu, 3 Maret 2018 pukul 19.00. Adapun kegiatan konferensi (Grand Plennary dan Parallel Sessions) akan berlangsung selama dua hari penuh di University Center (UC) UGM pada tanggal 4-5 Maret 2018.  Selanjutnya pada tanggal 6 Maret 2018, peserta akan diajak serta mengikuti paket wisata Sun Rise tour di Candi Borobudur yang diseponsori oleh PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWCBPRB).

Delapan pembicara kunci dan 161 pembicara dari 23 negara akan menyampaikan pemikiran dan gagasan terkait isu/topik strategis terkini pembangunan kepariwisataan mencakup 24 topik bahasan. Antara lain Cultur Tourism, Ethic and Sustainability in Tourism, Transport and Mobilities in Tourism, Tourism and Politics, Coastal Tourism, Spiritual Tourism, Tourism and the Community, Imagining Tourism Lanschapes, Tourisme an Social Transformation, Tourism Development Planning, Dark and Disaster Tourism.

Kedelapan pembicara kunci tersebut : Katleen Adams (Loyola Unicersity, Chicago, USA), Stroma Cole (University of the West England, UK), Chris Gibson (University of Wollongong, Australia), Tim Edensor (Manchester Metropolitan University, UK), Ploysri Paronanon  (Chiang May University,Thailand), Regina Scheyvens (Massey University, New Zeland), Michael Mel ( West Pasicis Collection, Australian Museum), dan Wiendu Nuryanti (UGM Indonesia). Direncanakan 161 pembicara dari 23 negara direncanakan hadir.

Menurut Wiendu, Konferensi CTS-AP di UGM ini merupakan kesempatan dan momentum yang sangat baik bagi segenap praktisi, akademisi dan pemerhati parwisata, termasuk dari berbagai perguruan tinggi seluruh dunia untuk dapat berpartisipasi, sekaligus berinteraksi langsung para pakar dan prakrisi priwisata Indonesia maupun dari berbagai negara. Hal ini selaras dengan kebijakan pemerintah Presiden RI Joko Widodo yang menempatkan pariwisata sebagai sektor prioritas nasional.

Beberapa mitra pedukung antara lain Kent University UK, Univ of Sorbone Paris, Wakayam University, Penerbit-penerbit CABI, Routledge, Goodfellow, Dinas Pariwisata DIY, dan Kementerian Pariwisata. (*/ysh)

Yusuf Susilo Hartono

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post