Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Panggung Kubah Bambu untuk Kongres Kebudayaan Indonesia 2018

Panggung kubah bambu untuk Koengres Kebudayaan Indonesia di halaman kantor Kemendikbud. (Foto: Kemdikbud)

Panggung untuk Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) 2018 terbuat dari 1.300 batang bambu yang didatangkan khusus dari Yogyakarta. Pemilihan bambu dinilai akrab dengan budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia sehari-hari.

JAKARTA-KABARE.ID: Ada yang berbeda dari halaman Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam beberapa hari ini. Di lapangan yang biasa dipakai sebagai tempat upacara itu kini berdiri sebuah panggung kubah bambu.

Seniman instalasi bambu dari Yogyakarta, Novi Kristinawati Sunoto menuturkan, dirinya ingin mengembalikan bambu ke panggung budaya Indonesia. “Bambu sudah menjadi bagian dari masyarakat Indonesia sejak dulu,” katanya dalam keterangan resmi yang dikutip Kabare.id, Rabu (4/12/2018).

Ia menjelaskan, dari proses kelahiran hingga kematian, masyarakat sering menggunakan bambu. Misalnya untuk memotong tali pusat, membangun rumah, hingga untuk menutup liang lahat.

Panggung yang dibuat Novi memadukan gaya tradisi dan modern, yakni menggabungkan material bambu dengan logam dan plastik. “Jadi berdampingan, tidak bisa hanya tradisi atau modern saja. Jadi bagaimana keduanya bisa dipadukan dalam konteks yang sekarang,” katanya.

Baca juga: Pawai Budaya sampai Pasar Kuliner Tradisional Siap Ramaikan Kongres Kebudayaan Indonesia 2018

Panggung KKI 2018 dibangun berbentuk kubah dengan atap transparan menggunakan plastik. Novi memilih bentuk kubah karena dianggap lebih kuat dengan konstruksi pijakan dan bentangan yang lebar dari bambu. Panggung kubah bambu tersebut memiliki lebar 20 meter dan tinggi 10 meter, dengan desain yang tidak rumit.

“Dibuat simpel, tidak rumit, karena di (jalan) Sudirman banyak gedung bertingkat dan tinggi, serta bermain pada garis tegas yang masif. Jadi saya pakai garis yang fleksibel dan lentur serta transparan,” kata Novi.

Kendati desainnya terlihat simpel, proses membuat instalasi bambu tidak sederhana. Panggung kubah bambu merupakan karya seni dengan skala besar yang dikerjakan secara manual. Sebelum dipasang, ribuan bambu tersebut dicuci secara manual agar jamurnya hilang, dan tidak membuat tangan gatal saat pengerjaan instalasi.

Novi menggunakan metode panas untuk membuat bambu melengkung sempurna. Menurutnya, meskipun bambu fleksibel dan lentur, tetap tidak bisa dipaksakan untuk melengkung. Cara yang digunakan adalah dengan memanaskan sedikit demi sedikit sesuai dengan ukuran lengkung yang diharapkan.

Novi mengatakan, dibutuhkan 17 pekerja untuk mengangkat satu lengkung bambu, serta menggunakan katrol untuk mengangkatnya. Selain itu, dari Yogyakarta Novi juga sudah menyiapkan 7.000 pasak untuk menyambungkan atau mengaitkan bambu-bambu. Secara umum, panggung kubah bambu menjadi simbol kekuatan budaya dan transparansi dialog dalam Kongres Kebudayaan Indonesia 2018. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post