Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Pandemi Covid-19 Buat Harga Karet di Sumatra Selatan Turun

Pohon karet. (foto: MC Kota Palembang)

Wabah virus corona Covid-19 yang melanda Indonesia membuat harga karet turun. Salah satunya terjadi di kawasan Sumatra Selatan.

PALEMBANG - KABARE.ID: Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Sumatra Selatan, Rudi Arpian mengatakan, harga karet harian pada Maret 2020 sempat berada di posisi Rp13.892 per kg untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen.

Sementara untuk KKK 50 - 60 persen senilai Rp 6.946 - 8.335 per kg. “Itu adalah harga terburuk sepanjang tahun 2020 yang diliputi kondisi penyebaran virus corona yang semakin masif. Artinya, jika petani menjual KKK 50 - 60 persen, maka harga yang diterima petani lebih rendah,” ujar Rudi, Selasa (31/3/2020).

Ia mengatakan, petani di Sumsel kini mulai mengkhawatirkan penutupan pabrik karet di provinsi. Apalagi sejumlah pabrik di daerah tetangga, seperti Bengkulu, Jambi dan Sumatra Barat mulai stop produksi.

“Yang kami khawatirkan kemungkinan terburuk jika Kota Palembang melakukan karantina wilayah, maka mayoritas pabrik karet yang ada di Palembang akan tutup,” ujar Rudi.

Menurut dia, penutupan pabrik karet akan berdampak signifikan tak hanya bagi petani melainkan juga tenaga kerja di pabrik tersebut. Namun hingga kini pabrik karet di Sumsel masih menerapkan imbauan dari Pemprov Sumsel agar pabrik bisa bertahan dengan melakukan efisiensi dan pemotongan ongkos produksi.

Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel Alex K. Eddy mengatakan, semua pabrik yang ada di Sumsel masih bertahan. “Sepanjang yang saya tahu semua pabrik bertahan untuk tetap berproduksi di tengah kondisi saat ini,” kata dia.

Menurutnya, pengusaha sangat mempertimbangkan efek dari penyetopan produksi baik bagi karyawan maupun petani. (*)


 

Sumber: MC Kota Palembang

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post