Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Pameran Foto Sejarah Islam di Australia

Salah satu karya foto yang ditampilkan di Pameran Boundless Plains: The Australian Muslim Connection. (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

Masuknya Islam di Australia memiliki sejarah yang panjang, mulai dari muslim Makassar yang berdagang dengan penduduk asli Australia, hingga imigran dari seluruh dunia yang menetap di negara tersebut.

JAKARTA-KABARE.ID: Sebuah pameran foto bertajuk “Boundless Plains: The Australian Muslim Connection” bercerita tentang bagaimana Islam berkembang di Australia selama lebih dari 200 tahun terakhir.

Pameran yang berlangsung di Museum Sejarah Jakarta pada 15-30 April 2019 tersebut memetakan sejarah Islam di Australia, mulai dari pelaut Makassar yang berdagang dengan penduduk asli Yolngu di Australia utara, penunggang unta dari Asia Selatan, hingga imigran dari seluruh dunia yang menetap di negara tersebut.

Pameran yang dibuka untuk umum ini merupakan hasil kerja sama Islamic Museum of Australia dengan Kedutaan Besar Australia dan Museum Sejarah Jakarta.

Dubes Australia untuk Indonesia, Gery Quinlan (kedua dari kanan) saat meninjau Pameran Boundless Plains: The Australian Muslim Connection di Museum Sejarah Jakarta, Senin (15/4/2019). (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)


Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gery Quinlan saat membuka pameran tersebut, Senin (15/4) mengatakan bahwa Islam adalah agama besar di Australia dan berkembang pesat dengan laju sekitar 20 persen.

“Pameran ini menyoroti bahwa Australia, sama seperti Indonesia, memperoleh banyak kekuatan dari masyarakat multi agama dan multikulturnya,” ujarnya.

Sejumlah foto yang ditampilkan di Pameran Boundless Plains: The Australian Muslim Connection, di Museum Sejarah Jakarta. (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)


Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Edy Junaedi mengatakan bahwa melalui pameran tersebut diharapkan dapat tercipta peluang lebih lanjut untuk kemitraan budaya dan pariwisata antara Australia dan Indonesia.

“Hal ini tentu menjadi momentum yang baik buat kita untuk mempromosikan tentang Jakarta pada khususnya dan menjalin kerjasama dengan Kedutaan Besar Australia,” ujarnya. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post