Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Pameran Foto Isu Politik Identitas

Pengunjung melihat karya foto pada pameran foto bertajuk "Mengkambinghitamkan Kelompok Liyan di Asia Tenggara" di Galeri Salihara, Jakarta, Kamis (6/12/2018). (Antara Foto)

Dalam kontestasi politik, seringkali para elit politik menghalalkan segara cara untuk meraih dukungan, termasuk menggunakan politik identitas yang berbasis suku, ras, gender maupun agama atau kepercayaan. Dampaknya, tentu menggerus demokrasi, terlebih kaum minoritas yang menjadi korban.

JAKARTA-KABARE.ID: Sebuah pameran foto kolektif yang menampilkan bingkai atas dampak konflik politik identitas di Asia Tenggara bertajuk Scapegoating The "Other" in Southeast Asia, ditampilkan di Galeri Salihara, Jakarta Selatan, pada tanggal 6-9 Desember 2018.

Beberapa foto yang ditampilkannya seperti, rangkaian foto dari konflik War On Drugs di Filipina yang digarap The Night Shift (sebuah kolektif fotografer di Filipina), kemudian foto-foto karya Edy Susanto & Dwianto Wibowo yang menampilkan diskriminasi komunitas Ahmadiyah yang diserang kelompok tak dikenal di Lombok, serta kondisi memprihatinkan para pengungsi Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh pada tahun 2017 akibat represi militer Burma.

Direktur Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid mengatakan, kejadian politik identitas yang mengorbankan kaum minoritas terjadi di berbagai kawasan Asia Tenggara. Dia mencontohkan bagaimana peristiwa di Myanmar yang mengorbankan banyak pengungsi Rohingya.

Pameran foto kolektif ini digagas bersama oleh Yayasan Tifa, SEA Junction, dan PannaFoto Institute sebagai bentuk upaya untuk mengingatkan akan bahaya dan konsekuensi tragis dari politik identitas yang kerap digunakan dalam memenangkan kontestasi kekuasaan di negara-negara Asia Tenggara. (bas)

 

Editor: Baskoro

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post