Monday 8 May 2015 / 22:03
  • Hingga Selasa (31/3), 1.528 orang di Indonesia Positif Covid-19, 81 orang sembuh, dan 138 meninggal.
BISNIS

Paguyuban Asep Dunia, Mempertemukan yang Belum Beruntung dengan yang Sudah Beruntung

Asep Kambali, Ketua Paguyuban Asep Dunia. (Kabare.co/ Baskoro)

Paguyuban Asep Dunia (PAD) adalah gerakan sosial yang bertujuan mempertemukan para pemilik nama Asep di seluruh Dunia untuk bersilaturahmi dan mengaktualisasikan diri secara konkret agar berdaya dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Jakarta - Terbentuknya PAD tidak terlepas dari peran Asep Kambali pada 2008-2009 yang ikut tergabung dalam grup Facebook How Many Asep There Are in Facebook? (Berapa Orang Asep yang ada di Facebook) lalu terpintas ide menarik untuk membentuk komunitas Asep di kehidupan nyata.

Atas dasar ketertarikan tersebut, Asep Kambali kemudian menelusuri siapa yang membentuk grup Facebook itu dan ternyata menemukan admin grupnya adalah Asep Iwan Gunawan yang kemudian hari menjadi inisiator didirikannya PAD bersama Asep Bambang Fauzi, Asep RS, dan Asep Dudi di Jakarta pada 1 Agustus 2010.

Lalu pada 2016 PAD telah resmi sebagai organisasi yang berbadan hukum.

Berikut adalah petikan wawancara tim Kabare.co dengan Asep Kambali selaku Ketua Umum Paguyuban Asep Dunia di kediamannya di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (24/1).

 

Apa dasar pembentukan PAD ini?

Yang pasti ini kan komunitas orang berbasis nama yang kita namakan sebagai Paguyuban Asep Dunia yang secara resmi dan kerangkanya rapih. Kita tidak ingin jadi semacam kerumunan atau komplotan orang-orang yang tidak jelas, jadi kita punya visi dan misi, punya tujuan, bahkan diakui oleh Kemenkumham. Kita juga punya nomor rekening Bank, semuanya sudah secara hukum sudah eksis dan diakui.

Apa saja kegiatan yang ada di PAD?

Macam-macam ya, kemarin kita habis family gathering di Ciwidey, kemudian pada 28-29 Januari ini di Cikarang akan ada Rakornas dari seluruh pengurus di seluruh daerah akan hadir, ada juga kegiatan Konperensi Asep Asep, ada Kurawa (Kurban Asep untuk Warga), ada program pendidikan, ada juga program tanggap bencana seperti kemarin di Sumedang dan di Garut, dan masih banyak yang lainnya.

Melakukan kegiatan sosial tersebut kan butuh biaya. Bagaimana PAD mengumpulkan dananya?

Swadaya saja. Paling ada juga iuran kalau mau bikin kartu anggota harus setor Rp50 ribu untuk setoran awal di Bank BJB. Itu juga uangnya kembali lagi ke mereka.

Apakah di PAD ini ada program peduli Asep yang tertimpa musibah?

Pasti, itu justru yang utama. Jadi sebelum membantu orang lain, kita pasti membantu Asep-Asep yang terkena musibah, baik yang tergabung dalam organisasi maupun yang belum. Bahkan kalau ada anak yang lahir dikasih nama Asep, biasanya kita kasih sumbangan, semacam bingkisan atau kado untuk anak tersebut. Bahkan ini kan sebenarnya sesuai dengan nilai dan tujuan dari berdirinya PAD, bahwa Asep ini harus bermanfaat untuk Asep yang lain, untuk masyarakat, dan untuk Indonesia. Jadi ya memang kita bergerak tidak hanya untuk diri kita sendiri tapi juga membantu dan memberdayakan masyarakat luas. Seperti contoh kasus Asep yang belum sukses ketemu dengan Asep yang sudah sukses, lalu kita juga peduli soal bencana, soal pelatihan kewirausahaan, pelatihan hidroponik, pemberdayaan masyarakat, tidak hanya untuk Asep tetapi juga untuk masyarakat luas.

Arti nama Asep dan maknanya itu apa?

Asep itu dari kata Kasep (Ganteng, Rupawan, Tampan) sebenarnya yang merupakan panggilan sayang orang tua (Sunda) kepada anaknya, bisa orang tua kandung, kakek nenek atau bisa siapapun keluarga yang memanggil anaknya dengan nama kasih sayang. Dari Kasep itulah ada turunan nama Asep, Acep, Cecep, Atep dan lainnya. Pada awalnya Asep itu bukan sebuah nama, namun karena sudah turun temurun digunakan istilah itu akhirnya panggilan sayang tersebut dijadikan nama, seperti nama Asep pada saya yang tertulis juga di KTP, Ijasah, SIM dan lainnya.

Apa benefit yang bisa diterima Asep ketika ikut tergabung dalam PAD?

Mereka yang tidak tergabung dalam paguyuban dan yang tergabung tentu sama saja, tidak ada yang membedakan martabat atau apapun yang lebih tinggi, sama saja. Hanya saja yang tergabung dalam PAD tentu network-nya lebih luas. Yang tadinya cuma punya teman satu kampung, kalau gabung dengan PAD jadi punya teman di seluruh dunia. Lalu di PAD para Asep juga bisa menambah pengetahuan, pengalaman, kemudian dukungan yang lain, seperti Asep yang belum berhasil ketemu Asep yang sudah sejahtera lalu diberdayakan, jadi saling membantu.

Makanya tujuan dari dibentuknya PAD adalah salah satunya memberdayakan Asep yang belum berdaya, jadi kalau selama ini banyak pengusaha yang namanya Asep dan belum mempekerjakan karyawan bernama Asep, inilah saatnya.

Ada tidak kejadian menarik yang terjadi di PAD?

Banyak yang menarik bahwa, tidak semua Asep itu identik dengan orang Sunda. Ada anggota PAD yang berasal dari Padang, ada orang Palembang, ada orang Jawa dan masih banyak lagi yang lain yang sama sekali tidak ada keturunan Sunda. Saya tidak tahu apakah orang tuanya tidak tahu nama Asep ini berasal dari Sunda atau orang tuanya pernah punya hubungan khusus dengan orang Sunda. Ada yang katanya dikasih nama Asep karena dia lahir awal September.

Menariknya lagi Asep ini tidak hanya laki laki, ada juga Asep yang perempuan. Bahkan ada kasus Asep laki-laki dan Asep perempuan ini menikah.

Ada juga Asep Asep yang tersebar di seluruh dunia seperti di Amerika, Eropa dan Benua lainnya. Atau mungkin sebenarnya Asep ini memiliki arti lain bagi bahasa lain. 

Jadi yang ingin kita bangun di PAD ini adalah semangat cinta Tanah Air, semangat toleransi, dan gotong royong. Nama Asep itu harus kita lestarikan dari manapun asalnya, karena ini unik. Ya sekarang anggaplah Asep ini berasal dari Jawa Barat, berarti orang Jawa Barat punya tugas penting untuk melestarikan nama Asep.

Editor: Baskoro

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post