Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Paduan Suara UI Juara di Polandia

Vocademia UI berhasil meraih predikat Gold Medal level 4 dan juara 2 kategori pop pada lomba paduan suara internasional di Polandia. (Foto: dok. Universitas Indonesia)

Vocademia UI berhasil meraih predikat Gold Medal level 4 dan juara 2 kategori pop pada ajang Per Musicam ad Astra 7th International Copernicus Choir Festival and Competition yang digelar di Torun, Polandia.

JAKARTA-KABARE.ID: Sejumlah mahasiswa, dosen dan alumni Universitas Indonesia (UI) yang tergabung dalam Grup Vokal Vocademia UI berhasil meraih predikat Gold Medal level 4 dan juara 2 kategori pop pada ajang Per Musicam ad Astra 7th International Copernicus Choir Festival and Competition yang digelar di Torun, Polandia pada 29 Juni – 3 Juli 2019.

Per Musicam ad Astra 7th International Copernicus Choir Festival merupakan festival Choral yang diselenggarakan oleh “Meeting Music” dari Jerman, dan diselenggarakan sebagai acara tahunan dimana kali ini adalah tahun ke-7.

Tim vokal yang dilatih oleh Mia Ismi Halida (FIB UI 2005) dan Ronald Wilson (FTUI 2004) ini bersaing dengan tim dari sejumlah negara seperti Polandia, Afrika Selatan, Malaysia, Filipina, Taipei, Lithuania, Latvia, dan Amerika Serikat. Medali emas ini merupakan medali emas ketiga Vocademia UI setelah berhasil Juara 1 Kategory Pop, Busan Choral Festival, Busan-Korea Selatan 2015, dan Juara 1 Kategory Pop, Canta Al Mar, Calella-Spanyol 2017.

Tim Vocademia UI mengikuti kategori Pop and Jazz dengan membawakan tiga buah lagu dalam festival yaitu medley Side to Side (Ariana Grande), And I Know What You Did Last Summer (Shawn Mendes), Just the Way I am (Charlie Puth) dan Writings on The Wall (Sam Smith). Selain itu, mereka juga terlibat dalam Friendship Concert dengan membawakan lagu Lir Ilir serta dan dua buah lagu untuk grand prix yaitu Rather Be (Clean Bandits) dan Bahagia (GAC).

Mia menuturkan, kunci utama kemenangan Vocademia UI adalah mengutamakan tiga komponen, yaitu vokal, koreografi dan akting. “Dengan format vocal ensamble sehingga jumlah anggotanya lebih sedikit dibanding choir grup, dan memudahkan tim untuk lebih leluasa bergerak dan berekspresi mengungkapkan cerita dari lagu,” ujar Mia.

Vocademia juga memperlihatkan keragaman vokal individu Indonesia yang karakternya sangat pluralistik, serta aransemen yang menghibur, mengutamakan teknik tetapi tetap tidak terlalu berat untuk dinikmati penonton, tambah Mia.

“Keberhasilan ini tidak lepas juga dari dukungan UI baik moral dan teknis, seperti masukan untuk pembuatan dan pendistribusian proposal, memberikan event-event untuk penggalangan dana kegiatan, serta tentunya memfasilitasi ruangan untuk latihan kami selama 8 bulan,” ujarnya. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post