Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

OK OCE Bantu Pemerintah Menyerap Tenaga Kerja

Advisor Perkumpulan Gerakan OK OCE, Indra Cahya Uno. (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

“Social entrepreneur” mampu mengisi celah-celah yang belum dijangkau oleh pemerintah dan perusahaan swasta untuk menciptakan lapangan kerja baru.

JAKARTA-KABARE.ID: Advisor Perkumpulan Gerakan OK OCE, Indra Cahya Uno mengatakan, social entrepreneur memiliki peran besar dalam menciptakan lapangan kerja baru.

Menurutnya, ekosistem penyerapan tenaga kerja saat ini sudah kalah jumlah dari tenaga kerja di Indonesia. Apalagi setiap tahun sekolah memproduksi tenaga kerja baru dan harus diserap sedemikian banyak oleh ekosistem yang ada.

“Pemerintah dan swasta sudah bekerja maksimal walaupun belum optimal karena lulusan baru mulai dari SMA, SMK, hingga mahasiwa selalu hadir setiap tahun. Social entrepreneur di sini bisa mengisi celah-celah yang belum dijangkau oleh pemerintah dan perusahaan swasta,” ujar Indra Cahya Uno di Jakarta, Kamis (28/6/2018).

Solusi yang dicontohkan adalah gerakan OK OCE (One Kecamatan One Centre of Entrepreneurship), yang menghadirkan satu sentra kewirausahaan di setiap kecamatan. Sehingga setiap individu memiliki kemampuan dan bisa menciptakan satu lapangan kerja, minimal untuk dirinya sendiri.

“Kita sebutnya pewirausaha, jadi kalau pewirausaha itu, katakanlah punya satu grobak yang bisa menafkahi dia, berarti dia sudah membebaskan satu lapangan kerja untuk dirinya sendiri. Inilah yang disebut entrepreneurship movement,” urainya.

 

5 juta pewirausaha di Indonesia

Indra Cahya Uno saat menjadi pembicara di acara “Social Entrepreneurship: How to Start and Why is It Growing in the Developed Countries?”. (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

 

Indra mengatakan, OK OCE adalah gerakan yang dimiliki oleh masyarakat, sehingga yang melahirkan, memelihara, dan mengembangkan adalah masyarakat. “OK OCE tidak bergantung pada pemerintah, karena pemerintah silih berganti setiap lima tahun dan rumusnya pasti berbeda-beda,” katanya.

Saat ini sudah hampir 40 ribu pewirausha yang mendaftar di OK OCE, dan 3/4 nya sudah masuk ke pelatihan. OK OCE sendiri menerima tiga kategori, pertama orang yang ingin mencari kerja, kedua ingin memiliki usaha, dan ketiga yang sudah memiliki usaha ingin berkembang pesat.

Gerakan OK OCE juga telah diterapkan di beberapa wilayah, seperti di Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan daerah sekitar DKI Jakarta. Bahkan, menurut Indra, gerakan OK OCE juga akan ada di Sulawesi dan Kalimantan.

“Targetnya jelas, 2 persen dari jumlah populasi Indonesia. Berarti kalau 260 juta, kira-kira 5 juta pewirausaha kita harus lahirkan,” kata Indra.

Ia optimis target tersebut bisa dicapai, mengingat di Jawa Tengah saja sudah memiliki sekitar 1 juta pewirausaha. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post