Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Nelayan Jepara Keluhkan Harga Jual Ikan Anjlok Karena Covid-19

Foto: infopublik.id

Sejumlah daerah memberlakukan kebijakan pembatasan wilayah untuk mencegah Covid-19. Alhasil, harga jual ikan anjlok lantaran tak kunjung laku.

JEPARA - KABARE.ID: Harga jual ikan di sejumlah daerah Indonesia dilaporkan anjlok, imbas dari kebijakan pembatasan wilayah. Kebijakan itu membuat ikan - ikan yang ditangkap oleh nelayan tidak banyak dibeli oleh pasar.

Salah satu contohnya adalah nelayan di Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara. Selain mengalami kesulitan distribusi hasil tangkapan, para nelayan juga mengaku terpukul akibat menurunnya harga jual.

“Yang dulunya satu ember Rp300 ribu sekarang hanya Rp100 ribu. Yang dulunya Rp30 ribu sampai Rp35 ribu sekarang ikan Rp6 ribu,” kata Camat Donorojo Moh Eko Udiyono, di ruang kerja Bupati Jepara, Rabu (1/4/2020).

Di hadapan Plt. Bupati Jepara Dian Kristiandi, dirinya meminta saran agar dana desa dapat digunakan untuk pemberian bantuan sosial (bansos) bagi nelayan. Nantinya, bantuan tersebut akan diwujudkan dalam bentuk sembako.

Menanggapi kegelisahan warganya itu, Plt. Bupati Jepara itu mengatakan, pemerintah desa dapat memanfaatkan dana desanya untuk menanggulangi dampak pandemi Covid-19, termasuk diwujudkan ke dalam bentuk basos bagi warga terdampak. “Sudah ada petunjuknya, jadi bisa dilakukan pergeseran di DD dan ADD-nya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC-HNSI Kabupaten Jepara Sudiyatno pun mengeluhkan hal yang sama. Lebih dari dari 13 ribu nelayan turut merasakan anjloknya harga jual ikan. Ia menduga ada permainan tengkulak di kota-kota besar, yang memanfaatkan situasi sekarang ini. Pasalnya, masih ada distributor yang melakukan pengiriman, bahkan untuk tujuan Jakarta.

“Padahal ada pengusaha di sini yang rutin kirim Jakartanan, itu kan artinya akses jalan masih terbuka. Jadi ini memang kelihatannya ada satu permainan,” terang Sudiyatno melalui sambungan telepon.

Lebih lanjut, di samping mengumpulkan informasi perkembangan terkini, pihaknya pun tengah berusaha mencari langkah-langkah terobosan. Jika benar ada pembatasan akses distribusi dari pemerintah, pihaknya mengaku siap untuk mematuhi. (*)

 

Sumber: Diskominfo Jepara

 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post