Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Negara di ASEAN Bisa Makin Besar Jika Para Insinyurnya Bekerja Sama

Conference of the Asean Federation of Engginer Oŕganisation (CAFEO) di JI Expo Kemayoran, Selasa (9/11) pagi. (Foto: Rahmat/Humas Setkab)

ASEAN telah membuktikan diri sebagai kawasan yang stabil. Namun untuk bisa tumbuh lebih besar lagi, negara-negara ASEAN harus saling membantu satu dengan lainnya, termasuk di antara para insinyur yang ada

JAKARTA – KABARE.ID: Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Konferensi Organisasi Insinyur se-ASEAN ke-37 (Cafeo37) di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/9/19) pagi.

Dalam sambutannya, Jokowi mengemukakan bahwa dengan jumlah penduduk sekitar 600 juta, ASEAN merupakan sebuah kekuatan besar ekonomi dunia.

“ASEAN telah membuktikan diri sebagai kawasan yang stabil, menjadi kawasan dengan pertumbuhan ekonomi yang mengagumkan. Namun untuk bisa tumbuh lebih besar lagi, kita membutuhkan sinergi yang lebih banyak lagi, dan negara-negara ASEAN harus saling membantu satu dengan lainnya, termasuk di antara para insinyur yang ada,” ujar Jokowi.

Presiden Jokowi saat meresmikan CAFEO 2019 di JI Expo Kemayoran, Selasa (9/11) pagi. (Foto: Rahmat/Humas Setkab)


Jokowi menyampaikan bahwa ASEAN terbukti cukup sukses di berbagai bidang antara lain adanya 10 unicorn dari ASEAN. Bahkan 4 diantara unicorn tersebut berasal dari Indonesia antara lain Gojek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka.

Ia mengaku senang ada mutual recognition agreement di antara insinyur-insinyur di ASEAN, sehingga terdapat standar kompetensi yang sama di antara negara, dan memungkinkan mobilitas para insinyur lintas negara di ASEAN lebih mudah.

“Dengan keberadaan CAFEO, terbuka kesempatan bagi para insinyur ASEAN untuk bekerjasama. Saya berharap kerjasama ini bukan saja antar insinyur tetapi juga antara engineering dengan bidang ilmu lainnya,” ujarnya.

Menurutnya kerjasama antar insinyur di ASEAN penting untuk ditingkatkan. Ia meyakini setiap negara ASEAN punya kekuatan masing-masing, dan asosiasi seperti CAFEO menurutnya, bisa memfasilitasi anggotanya untuk saling berbagi pengalaman dan saling bersinergi antara satu dengan lainnya.

“Karena untuk melahirkan inovasi-inovasi baru yang mendongkrak pertumbuhan ekonomi para insinyur pasti membutuhkan keahlian-keahlian lain,” kata mantan Wali Kota Solo itu.

Presiden Jokowi menerima penghargaan The AFEO Distinguished Honorary Patron Award atas jasa dan kontribusinya terhadap profesi insinyur dan bidang keteknikan di Indonesia. (Foto: Rahmat/ Humas Setkab)


Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi menerima penghargaan The AFEO Distinguished Honorary Patron Award yang diberikan oleh organisasi insinyur dari 10 negara ASEAN yang tergabung dalam ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO).

Menurut Chairman AFEO yang juga menjabat Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Heru Dewanto, penghargaan itu diberikan atas jasa Presiden Jokowi dan kontribusinya terhadap profesi insinyur dan bidang keteknikan di Indonesia.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menhub Budi Karya Sumadi, Menteri LHK Siti Nurbaya, dan Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Heru Dewanto. (*/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post