Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Negara di Afrika Lirik Pesawat Buatan Indonesia di Pertemuan IMF-Bank Dunia 2018

Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan), Dirut PT DI Elfien Goentoro (kanan kedua) dan Kepala Bekraf Triawan Munaf (kedua kiri) berpose dengan replika pesawat di Paviliun Indonesia di tempat Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua. (Antara / Jefri Ta

Sejumlah negara di Afrika telah menyatakan minatnya untuk membeli pesawat CN 235 dan N 219 yang diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia (PT DI).

BALI-KABARE.ID: Kedua jenis pesawat tersebut dipamerkan di Paviliun Indonesia pada Pertemuan IMF-Bank Dunia 2018 di Nusa Dua, Bali, dari Senin (8/10) hingga Jumat (12/10).

“Madagaskar, Kongo, dan Sudan telah menyatakan minatnya. Mereka sedang dalam proses untuk menjajaki kemungkinan (pembelian), ”kata Direktur Utama PT DI Elfien Goentoro di Nusa Dua pada hari Rabu (10/10), seperti diberitakan oleh kompas.com.

Dia menjelaskan bahwa motivasi PT DI untuk menampilkan produknya di Paviliun Indonesia bukan untuk dijual, tetapi untuk memamerkan karya anak bangsa kepada para delegasi dari acara IMF-Bank Dunia dari seluruh dunia.

Namun, dia mengatakan perusahaannya mengawasi pasar Afrika, karena CN 235 dan N 219 sangat cocok untuk geografi banyak negara Afrika.

Elfien menambahkan bahwa Norwegia juga mencari informasi tentang dua jenis pesawat, karena negara itu membutuhkan pesawat dengan lepas landas pendek dan mendarat untuk dioperasikan di daerah terpencil negara Nordik.

PT DI saat ini berhasil menghasilkan rata-rata 10 pesawat per tahun, tambahnya.

Elfien mengungkapkan bahwa PT DI akan mengirimkan empat pesawat tahun depan. Senegal telah membeli pesawat CN 235 senilai 25 juta USD, Nepal telah membeli CN 235 dengan konfigurasi patroli maritim senilai 30 juta USD dan Thailand telah membeli dua pesawat N 219 senilai masing-masing 13 juta USD. (tjp/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post