Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Nadiem Makarim Tekankan Konsep Bermain dalam PAUD Agar Anak Gemar Sekolah

Mendikbud Nadiem Makarim saat menjawab pertanyaan wartawan. (Foto: Kemendikbud RI)

Mendikbud Nadiem Makarim menyebut, PAUD harus menekankan pendidikan karakter. Bagaimana murid mampu berkolaborasi dan menemukan kreativitas, sehingga menjadi cinta sekolah dan cinta belajar.

JAKARTA – KABARE.ID: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) harus ditekankan kepada konsep bermain dan belajar, sehingga tidak terjebak dengan target kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) pada anak usia dini.

“Itulah yang sebenarnya membentuk karakter anak usia dini. Bagaimana mereka berkolaborasi, bagaimana cara menemukan kreativitas, kemudian menjadi cinta sekolah dan cinta belajar. Jadi yang penting bukan soal cepat berhitung, cepat menulis, atau cepat membaca,” tegas Mendikbud saat diwawancarai media usai kegiatan Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional Tahun 2019 di Jakarta, Senin (18/11/2019).

Mendikbud menuturkan, hal terpenting yang harus dicapai dalam pendidikan anak usia dini adalah kesenangan anak untuk berpartisipasi di dalam aktivitas-aktivitas sekolah. Misalnya, bagaimana berinteraksi atau bermain bersama murid lain di sekolah, atau bagaimana bersikap saat berhadapan dengan orang tua atau orang dewasa.

Menurut Mendikbud, kemampuan beradaptasi dan berinteraksi dengan orang lain menjadi hal penting bagi anak usia dini karena ia akan menghadapi jenjang pendidikan berikutnya, yaitu sekolah dasar (SD).

“Karena pada saat nanti dia pindah ke SD, di situlah dia memulai pembelajaran baru yang sifatnya lebih kognitif dan akademis. Tapi kalau pendidikan karakter dia atau perilaku dia belum disiplin, belum bisa beradaptasi dengan teman-teman di kelasnya maupun berinteraksi dengan orang dewasa, dia akan kesulitan belajar. Jadi kalau kita sudah biasakan karakter itu sejak usia dini, belajar di sekolah jadi lebih mudah. Ini koneksi harus segera kita sebarkan,” ujar Nadiem.

Baca juga: Kemendikbud Latih Prajurit TNI AD untuk Menjadi Guru di Perbatasan RI

Terkait pelajaran calistung pada anak usia dini, Mendikbud meminta semua pihak untuk memahami konsep atau filosofi bermain dan belajar di lembaga PAUD.

Menurutnya tidak masalah jika ada anak usia dini yang sudah siap dan ingin belajar calistung. Tapi jangan sampai hal tersebut menjadi fokus utama di lembaga-lembaga PAUD hanya karena ingin mengejar kemampuan calistung anak sebelum masuk jenjang SD.

“Semua anak itu berbeda. Ada anak yang sudah siap dan ingin maju, tapi ada juga anak yang belum siap,” katanya.

Mendikbud pun kembali menegaskan fokus pendidikan pada anak usia dini adalah pendidikan karakter. Menurutnya, kesuksesan pendidikan anak usia dini antara lain terlihat jika anak sudah menunjukkan kemampuan dirinya dalam berinteraksi dengan teman, tumbuh kecintaannya terhadap buku, menyukai belajar, mengerti kedisiplinan, hingga puncaknya adalah kemampuan dalam berinteraksi dengan sesama. Misalnya bagaimana menghormati orang tua, tidak mengganggu atau mem-bully teman-temannya.

“Jadi hal-hal yang sifatnya bagaimana kita hidup sebagai manusia di dalam komunitas. Itu kuncinya sebenarnya. Kalau sudah itu benar, pas dia masuk SD hingga seumur hidupnya, dia pasti akan bisa mengetahui potensinya,” tutur Mendikbud. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post