Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Nadiem Ajak Mahasiswa Mulai Magang di Perusahan hingga Ormas

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. (ANTARAFOTO/PUSPA PERWITASARI)

Program Kampus Merdeka baru diterapkan sepanjang sejarah Indonesia. Nadiem berharap para mahasiswa bisa menggali ilmu lebih luas demi bekal masa depan.

JAKARTA - KABARE.ID: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menganjurkan mahasiswa magang di organisasi kemasyarakatan (ormas) atau perusahaan. Dia menilai hal itu bisa menambah pengetahuan para mahasiswa.

Nadiem berkata kesempatan magang itu merupakan bagian dari Kampus Merdeka. Mahasiswa diharapkan tidak hanya belajar di ruang kelas, tapi juga di lapangan.

"Sekarang kita merdeka, anak-anak kita bisa belajar di mana pun, di perusahaan-perusahaan hebat, di dalam NGO atau ormas yang hebat, maupun di institusi-institusi pendidikan lainnya yang bukan kampusnya dia. Ini kita menganjurkan," kata Nadiem dalam diskusi daring, pada Jumat (22/1).

Nadiem menjelaskan mahasiswa punya jatah 60 sistem kredit semester (SKS) atau setara 3 semester untuk belajar di luar kampus. Sebanyak 20 SKS bisa digunakan untuk belajar di program studi lain di kampus yang sama.

Lalu 40 SKS atau setara 2 semester bisa digunakan untuk magang, proyek di desa, mengajar di sekolah, pertukaran pelajar, penelitian, wirausaha, proyek independen, atau proyek kemanusiaan.

Mantan Bos Gojek itu berkata program Kampus Merdeka baru diterapkan sepanjang sejarah Indonesia. Ia berharap para mahasiswa bisa menggali ilmu lebih luas demi bekal masa depan.

"Masa depan membutuhkan anak-anak yang punya wawasan yang lebar, yang bisa menampung berbagai macam disiplin, kemampuan interdisipliner. Sehingga mereka bisa memecahkan masalah di berbagai macam bidang," tuturnya.

Sejak dilantik menjadi Mendikbud pada 23 Oktober 2019, Nadiem menawarkan sejumlah gebrakan di bidang pendidikan. Selain Kampus Merdeka, Nadiem juga memperkenalkan Merdeka Belajar.

Salah satu bagian dari Merdeka Belajar adalah penghapusan Ujian Nasional (UN). Ia menggantinya dengan Asesmen Nasional (AN). Berbeda dengan UN, AN digelar untuk memetakan pendidikan di seluruh Indonesia. AN tidak menentukan kelulusan siswa. AN rencananya akan dilangsungkan pada September-Oktober 2021. (dhf/ain)


 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post