Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Musik dan Tari Buat Anak jadi “Genius”

Ilustrasi: belajar menari tari tradisional. (CoinaPhoto)

Indonesia merayakan Hari Anak Nasional (HAN) pada 23 Juli setiap tahun untuk menjamin pemenuhan hak anak, yaitu hak hidup, hak tumbuh kembang, hak berprestasi sesuai harat dan martabat, serta hak mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

JAKARTA-KABARE.ID: Tahun ini Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyelenggarakan Peringatan HAN 2018 dengan mengangkat tema “Anak Indonesia, Anak Genius”. Genius sendiri merupakan singkatan dari Gesit, Empati, Berani, Unggul, dan Sehat.

Menciptakan Anak Genius ternyata bisa dilakukan dengan rutin menari dan mendengarkan musik. Psikolog anak Roslina Verauli mengungkapkan, musik dan tari dapat menstimulasi anak menjadi cepat tanggap (IQ) dan meningkatkan rasa peduli (EQ).

"Ternyata mendengarkan musik, bernyanyi membuat semua area otak terstimulasi," kata Vera, seperti dikutip Kompas.com.

Mendengarkan musik dapat meningkatkan kemampuan berbahasa pada anak. Terutama jika terjadi komunikasi timbal balik antara orangtua dan anak. Stimulasi pun akan semakin optimal, jika mendengarkan musik sambil menari.

Anak-anak peserta Sanggar Tari dan Lenong Betawi Rumpun Budaya, berlatih tari Betawi di Anjungan DKI Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Minggu (20/1). (Tempo/Yosep Arkian)

 

Saat menari, akan terjadi gerakan tubuh yang saling terkoordinasi. Dengan begitu, dapat merangsang hormon neurotrophins. Hormon tersebut merupakan zat alami yang merangsang pertumbuhan sel saraf. "Sel saraf pada otak akan terkoneksi. Hal ini membuat anak siap belajar atau maksudnya mudah menerima stimulasi yang diberikan oleh orangtua dan lingkungannya," jelas Vera.

Menari pun melatih motorik hingga keseimbangan anak. Lebih dari itu, kegiatan mendengarkan musik sambil menari juga bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi emosional anak. Misalnya, anak jadi lebih memiliki empati, sikap saling menolong, hingga mampu bekerja sama dengan orang lain.

Untuk mendapat manfaat tersebut, orangtua harus menstimulasi anak sambil bernyanyi dan menari dengan cara yang menyenangkan. Menstimulasi anak dengan bernyanyi dan menari dapat dimulai sejak usia 2 tahun. Sambil mendengarkan musik, anak-anak biasanya ikut spontan bergoyang.

 

Tempat latihan menari di Jakarta

Sisilia Oei, pendiri Indonesian Dance Theater. (Youtube)

 

Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, berikut Kabare rangkum beberapa tempat latihan menari yang ada di Jakarta.

Indonesian Dance Theater yang diigagas duo sahabat balerina Sisilia Oei dan Claudia Warni ini merupakan sanggar tari yang terletak di Grogol Utara, Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan. Ada 16 jenis tarian yang diajarkan, antara lain balet, hiphop, jazz, urban, kontemporer, tradisional, dan belly dance.

Selain belajar di kelas reguler, IDT menawarkan pula summer camp yang biasanya diadakan pada musim liburan kenaikan kelas, yang bisa menjadi alternatif mengisi liburan yang produktif untuk anak. IDT juga rutin menggelar resital tahunan.

(Foto: Facebook/Studio Tari Ayu Bulan)

 

Studio Tari Ayu Bulan, merupakan tempat belajar tari legong di Jakarta. Peserta untuk kelas anak biasanya memiliki rentang usia 5–10 tahun, sementara kelas dewasa 14–60 tahun. Studio ini mengajarkan legong kupu-kupu tarum dan legong kuntul.

Saat ini, Studio Tari Ayu Bulan memiliki empat pusat belajar, yakni di Mall of Indonesia Kelapa Gading, Bintaro, Ciputat, dan Ciragil.

(Foto: dokumen Sanggita Kencana Budaya)

 

Sanggita Kencana Budaya, menjadi wadah bagi siapa saja yang ingin mempelajari tari sekaligus budaya Indonesia. Peserta bisa mendalami tari tradisi Nusantara, kreasi daerah, modern, dan kontemporer. Sanggar ini membuka kelas untuk anak-anak, remaja, dan dewasa di Jalan Bintaro Tengah Raya J4 Nomor 14, Bintaro Jaya Sektor 1, Bintaro, Jakarta Selatan.

Sanggita Kencana Budaya memiliki sejumlah program tahunan: Pentas Liburan Belajar Budaya (PLBB) yang memungkinkan peserta pergi ke daerah lain di Indonesia untuk pentas sekaligus mempelajari budayanya; Pentas tahunan yang biasanya digelar di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ); menjadi penyelenggara lomba tari untuk tingkat TK–SMA; dan mengikuti Jakarta Dance Carnival.

(Foto: Google+/Sanggar tari Bhineka Nusantara)

 

Sanggar Bhineka Nusantara, terletak di wilayah Jakarta Timur, tepatnya di Jalan Sadar 1, No.51, Lubang Buaya, Jakarta-timur. Sanggar ini memberikan kelas, baik seni tari tradisional dan kontemporer.  Ada tari daerah Betawi, Jawa Barat, Tari Rampak Kendang, Tari Bali, Tari Saman, hingga Tari Papua. Sanggar Tari Bhineka Nusantara menerima murid anak-anak dan dewasa. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post