Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Mudik Online dengan Aplikasi TikTok

Foto: istimewa

Mudik atau pulang ke kampung halaman sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia dalam merayakan Idul Fitri. Tetapi sejak adanya pandemi COVID-19, pemerintah melarang masyarakat untuk mudik dalam rangka mengurangi penyebaran virus COVID-19.

JAKARTA – KABARE.ID: Platform video TikTok bekerja sama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 meluncurkan program khusus #MudikOnline.

Kepala Kebijakan Publik TikTok Indonesia, Malaysia, dan Filipina, Donny Eryastha, mengatakan kampanye ini merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah mengenai larangan mudik di Hari Raya Idul Fitri untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19.

“Kami dari swasta ikut mendukung kebijakan tidak mudik. Melalui program ‘Mudik Online’, kami mengajak pengguna untuk melakukan komunikasi dengan keluarga melalui kiriman video ,” ujar Donny dalam konferensi video, pada Senin (18/5/2020).

Kampanye #MudikOnline di TikTok meliputi berbagai kegiatan yang mengajak pengguna menyambut hari raya Idul Fitri dan merasakan suasana mudik secara online. Untuk mengikuti program itu, pengguna dapat membuat video singkat berdurasi 15-60 detik dengan memanfaatkan berbagai fitur yang disediakan TikTok.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengurangan Risiko Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan mengatakan, pemerintah berharap agar masyarakat mematuhi anjuran untuk tidak mudik.

“Ini untuk mencegah agar virus corona tidak menyebar lebih luas. Meskipun mudik memang merupakan budaya kita bersama untuk silaturahmi dengan keluarga dan saudara menjadi momen yang ditunggu, tapi jangan mudik dulu untuk sekarang,” ujarnya.

Lilik mengatakan, Gugus Tugas Covid-19 masih melihat banyak masyarakat mencoba mudik meskipun telah dilarang oleh pemerintah. Bahkan, dia berujar, sebelum bulan Ramadhan sebagian masyarakat sudah mudik dan membuat kasus Covid-19 di daerah meningkat signifikan.

“Solusinya adalah dengan mudik online. Ini luar biasa baik untuk masyarakat tetap berkomunikasi saat lebaran dan harapannya semua orang bisa menggunakan ini, secara online,” tutur Lilik.

Mudik Online bukanlah kampanye pertama yang digelar TikTok dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah. Sebelumnya, TikTok telah menggelar kampanye edukasi mengenai bagaimana cuci tangan yang baik dan benar, menggunakan masker, dan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), serta memberikan bantuan sosial berupa uang tunai senilai Rp100 miliar kepada Gugus Tugas. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post