Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

MSD Luncurkan Gerakan Lengkapi Vaksinasi Anak

Ilustrasi: Istimewa

Data program imunisasi nasional menunjukkan penurunan cakupan vaksinasi antara Januari sampai Maret 2020 jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena situasi itu ribuan anak beresiko mengalami kenaikan angka kejadian, komplikasi berat, hingga kematian akibat infeksi penyakit menular.

JAKARTA - KABARE.ID: Perusahaan farmasi multinasional, Merck Sharp & Dohme (MSD), hari ini, Senin (27/7), meluncurkan gerakan #LengkapiVaksinasiAnak sebagai upaya dalam meningkatkan kesadaran para orangtua di Indonesia untuk memberikan vaksinasi lengkap untuk perlindungan optimal bagi anak, khususnya di tengah pandemi COVID-19 saat ini.

Peluncuran gerakan #LengkapiVaksinasiAnak juga didukung oleh Yayasan Bersatu Sehatkan Indonesia (YBSI) serta aplikasi kesehatan anak - PrimaKu, dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli.

Gerakan #LengkapiVaksinasiAnak ditujukan untuk mewujudkan visi Indonesia sehat dimana anak-anak generasi penerus bangsa dapat tumbuh dengan sistem ketahanan tubuh atau imunitas yang baik dalam mencegah infeksi berbagai penyakit.

Imunisasi lengkap merupakan jaminan bagi kesehatan anak. Namun sayangnya, cakupan imunasi lengkap di Indonesia saat ini masih berada di angka 12%. Padahal, menurut WHO sekitar 1,5 juta anak mengalami kematian tiap tahunnya karena penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi seperti Campak, Gondongan, Rubela dan Varisela. Bahkan, berdasarkan data dari WHO, secara global, kasus campak pada 2019 meningkat tiga kali lebih tinggi dari 2018.

Sementara itu, data program imunisasi nasional menunjukkan penurunan cakupan vaksinasi; seperti vaksin MR yang menurun 13% antara Januari sampai Maret 2020 jika dibandingkan dengan tahun lalu. Disebabkan oleh situasi ini, terdapat ribuan anak berisiko mengalami kenaikan angka kejadian, komplikasi berat, hingga kematian akibat infeksi penyakit menular yang dapat dicegah melalui imunisasi seperti Campak, Gondongan, Rubela, dan Varisela.

Ditemui pada saat peluncuran, dr. Meta Melvina, Ketua Yayasan Bersatu Sehatkan Indonesia mengatakan bahwa kurangnya kesadaran orang tua dalam memahami manfaat dan pentingnya imunisasi secara lengkap untuk anak menjadi penyebab kurangnya cakupan vaksinasi. "Untuk itu, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, YBSI hari ini hadir memberikan dukungannya dalam gerakan #LengkapiVaksinasiAnak agar para ibu di Indonesia aktif dalam memastikan perlindungan optimal bagi anak mereka melalui vaksinasi yang lengkap,” ujar dokter Meta Melvina. 

Menurut dr. Meta, Campak, Gondongan, Rubela, dan Varisela, merupakan jenis penyakit yang bisa berdampak serius dan imunisasi perlu dilakukan secara komplit sesuai jadwal imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) agar kekebalan tubuh bisa optimal dan terhindar dari berbagai penyakit berat.

“Mengacu pada himbauan dari IDAI dan Kementerian Kesehatan, untuk tidak menunda imunisasi anak, kami menganjurkan para orangtua untuk segera datang ke dokter mereka dan memastikan anak sudah mendapatkan imunisasi lengkap, terutama untuk imunisasi Campak, Gondongan, Rubela, dan Varisela. Kalau belum mendapatkan imunisasi lengkap, sang anak memiliki risiko tinggi dan lebih rentan terhadap berbagai penyakit dari virus yang mudah menular saat mereka bermain dan bersosialisasi dengan keluarga dan banyak anak lainnya,” tambah dr. Meta.

“Meski di tengah pandemi seperti sekarang, anak tetap bisa mendapatkan vaksinasi di rumah sakit atau klinik dengan aman dan nyaman, karena banyak fasilitas kesehatan telah menerapkan prosedur keselamatan COVID-19 untuk vaksinasi, seperti adanya pendaftaran awal atau pre-booking registration dan area yang terpisah antara pasien sakit dan vaksinasi. Bahkan, saat ini beberapa rumah sakit atau klinik juga sudah menyediakan layanan vaksinasi di rumah dan layanan vaksinasi drive-thru. Dengan begitu, para orangtua dapat langsung menanyakan pada rumah sakit atau klinik terdekat untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi, dan lengkapi vaksinasi anak Anda,” ungkap dr. Meta.

Campak, Gondongan, Rubela, dan Varisela merupakan penyakit yang disebabkan oleh berbagai virus yang umumnya menyerang anak-anak di usia sekolah dasar dan dapat memicu penyakit lain yang berbahaya. Varisela misalnya, memiliki kemungkinan penularan sebesar 90% pada individu yang rentan. Penyakit tersebut dapat mengenai seluruh kelompok umur termasuk bayi yang baru lahir, dan hampir 90% pasien dengan Varisela adalah anak usia di bawah 15 tahun.

Berdasarkan rekomendasi WHO, vaksinasi menyelamatkan jutaan nyawa dan secara luas diakui sebagai salah satu intervensi kesehatan yang paling berhasil, aman, dan efektif di dunia. George Zaki, Presiden Direktur MSD di Indonesia, mengungkapkan, “kami yakin bahwa vaksinasi tidak hanya melindungi anak-anak, tetapi juga mencegah penyebaran penyakit kepada keluarga, teman, dan orang yang dicintai. Untuk itu, sesuai dengan etos perusahaan yakni, ‘Inventing for Life’, MSD meluncurkan gerakan #LengkapiVaksinasiAnak dan berkomitmen untuk terus mendukung upaya dalam melindungi generasi masa depan di Indonesia dari berbagai penyakit yang sangat menular melalui penelitian dan pengembangan obat dan vaksin inovatif.”

Selain untuk meningkatkan kesadaran para orangtua, gerakan ini juga merupakan bagian dari upaya MSD dalam mendukung pemerintah Indonesia untuk menurunkan kasus campak dan rubela pada tahun 2020 dengan meningkatkan cakupan vaksinasi campak dan rubela minimal 95% di setiap tingkatan wilayah.

“Dalam rangka Hari Anak Nasional, kami juga berharap dapat mengingatkan para orangtua dalam peran besarnya untuk melindungi anak-anak mereka dari penyakit menular yang berbahaya. Kami menyadari untuk mencapai tujuan ini, dibutuhkan peranan dari seluruh elemen masyarat, karenanya kami sangat mengapresiasi Yayasan Bersatu Sehatkan Indonesia (YBSI) dan PrimaKu yang telah memberikan dukungannya terhadap gerakan #LengkapiVaksinasiAnak,” tambah George.

dr. Antonius Hocky Pudjiadi, Sp.A (K), selaku perwakilan dari PrimaKu mengatakan, “PrimaKu sebagai aplikasi digital yang didukung oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan berfokus pada tumbuh kembang anak, berharap gerakan ini dapat meningkatkan urgensi para orangtua dalam memberikan perlindungan optimal untuk anak mereka. Penyakit-penyakit seperti campak, gondongan, rubela, dan cacar air pada anak dapat dicegah dengan menggunakan vaksin. Pemberiannya dapat dilakukan sesuai dengan panduan yang tertera dalam jadwal imunisasi rekomendasi IDAI.” Aplikasi PrimaKu dapat diunduh di Google PlayStore atau AppStore. Aplikasi ini bermanfaat bagi orangtua untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, serta dapat menjadi sumber informasi kesehatan, tumbuh kembang, dan imunisasi anak.

“Kami sadar bahwa saat ini teknologi semakin berkembang sehingga membuat masyarakat kita dapat mengakses informasi dan kebutuhan lainnya dengan sangat mudah. Dengan adanya situs web dan akun media sosial #LengkapiVaksinasiAnak, kami berharap orangtua bisa mendapatkan informasi yang tepat. Kami juga ingin mengajak dukungan dari seluruh pihak untuk mendukung gerakan ini agar seluruh masyarakat Indonesia semakin teredukasi dan menyadari pentingnya melengkapi imunisasi bagi tumbuh kembang anak yang optimal,” tutup George. (rls)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post