Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Mobil Listrik ITS Siap Berlaga di Student Formula Japan

Mobil listrik buatan mahasiwa ITS. (Foto: ITS)

Mobil listrik buatan mahasiswa ITS ini mampu menempuh jarak sejauh 75 meter hanya dalam waktu lima detik dengan kecepatan maksimum 100 km/jam.

JAKARTA – KABARE.ID: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan sebuah mobil listrik formula untuk mengikuti lomba Student Formula Japan (SFJ) 2019.

Dalam perlombaan formula yang diselenggarakan oleh Society of Automotive Engineers of Japan (JSAE) pada tanggal 27 – 31 Agustus itu, Tim ITS membawa mobil listrik bernama Anargya EV Mark 1.0.

Mobil listrik besutan Tim Anargya yang dibawahi oleh Pusat Unggulan Iptek Sistem dan Kontrol Otomotif (PUI-SKO) ITS ini merupakan mobil formula listrik pertama yang diproduksi oleh Tim Anargya ITS. Tim Anargya sendiri merupakan salah satu tim yang ada di ITS yang berkonsentrasi di bidang mobil listrik formula.

Dalam lomba SFJ 2019 ini, tim Anargya akan mewakili Indonesia dalam kategori formula dengan tenaga gerak listrik. Untuk kompetisi ini sendiri akan diikuti oleh peserta dari berbagai negara seperti Jepang, India, Taiwan, dan Thailand.

“Semoga dalam keikutsertaan ITS kali ini, salah satunya melalui tim Anargya ini, kami bisa memberikan hasil yang terbaik dengan mendapat podium tertinggi,” ujar Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng dalam keterangan resmi yang dikutip Kabare, Selasa (13/8/19).

Baca juga: Tim Bimasakti UGM Bawa Mobil Baru untuk Berlaga di Student Formula Jepang

Pembina dari tim Anargya, Alief Wikarta ST MSc Eng PhD, memaparkan secara teknis Anargya EV Mark 1.0 terbilang istimewa. Untuk bodi mobil antara frame dan bodinya dibuat menyatu dengan menggunakan bahan serat karbon.

Begitu juga dengan motor penggerak listrik dan sistem kontrolnya, kedua komponen tersebut merupakan produk sendiri yang merupakan hasil riset dari para peneliti di bawah PUI-SKO ITS. “Baik perangkat keras maupun lunaknya merupakan hasil riset langsung dari ITS,” tandasnya bangga.

Sebagai informasi, dalam ajang SFJ 2018 sebelumnya, selain mobil formula Sapuangin Speed yang berbahan bakar bensin, ITS juga mengirimkan mobil listrik formula bernama Carstensz dari ITS Formula Electric Team. Bedanya, untuk mobil listrik dari Tim Anargya ini lebih banyak menggunakan komponen hasil riset sendiri.

Anargya EV Mark 1.0 menggunakan kapasitas baterai maksimum hingga 304 volt dan menggunakan motor listrik berdaya 72 Kilowatt. Dengan kapasitas ini, Anargya EV MARK 1.0 digadang-gadang mampu menempuh jarak sejauh 75 meter hanya dalam waktu lima detik dengan kecepatan maksimum 100 km/jam.

Untuk jenis baterai yang digunakan, berjenis Lithium Polimer, di mana jenis baterai ini mampu memberikan tenaga yang besar saat dijalankan di awal. “Kami membuat kemampuan baterai ini agar mampu bertahan selama kurang lebih 30 menit saat balapan berjalan,” tutur Alief. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post