Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Miris, Banyak Lulusan SD di Wondama Belum Bisa Baca Tulis dan Berhitung

Ilustrasi: Pixabay

Banyak ditemukan siswa SMP di Wondama belum bisa baca tulis dan berhitung.

WASIOR – KABARE.ID: Potret miris dunia pendidikan di Kabupaten Teluk Wondama kembali terkuak. Seperti dilaporkan Kabartimur.com, banyak lulusan SD di Wondama belum bisa membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Salah satunya ditemukan di SMP YPK Aitumeiri di Miei, Wasior. Di mana 20 siswa kelas 7 belum bisa calistung.

“Di sini ada satu kelas yang terpaksa tidak menggunakan proses belajar mengajar seperti biasa karena para siswanya belum bisa membaca. Mereka tersebar mulai dari kampong di pinggiran Wasior, Ambumi, Dusner, Yoop, dan bahkan dari Roon,” ujar Kepala Sekolah SMP YPK Aitumeiri, Beni Borlak.  

Borlak menyampaikan hal itu kepada rombongan angora DPRD Teluk Wondama dari daerah pemilihan Wondama I yang melakukan kunjungan kerja dalam rangka reses ke SMP YPK Aitumeiri, Senin (25/11/2019).

Borlak mengungkapkan, pada saat penerimaan siswa baru, pihaknya sempat ingin menolak siswa yang belum bisa calistung. Namun karena pertimbangan kemanusiaan dan juga kepentingan masa depan anak yang bersangkutan, pihak sekolah akhirnya memutuskan untuk tetap menerima mereka.

Konsekuensinya, sekolah harus menyiapkan waktu dan tenaga ekstra untuk membimbing para siswa tersebut karena kurikulum yang diberikan berbeda dengan siswa lainnya.

“Sekarang ini dalam 6 bulan terakhir, kami buat mereka bisa mengenal baca tulis. Belajar abjad ABC, bahkan untuk ulangan semester mereka modelnya hanya untuk membaca, karena kekurangan itu,” ujarnya.

Atas kondisi itu, ia menyarankan perlunya evaluasi terhadap proses pendidikan di tingkat SD agar ke depan tidak ada lagi lulusan SD yang belum bisa calistung. “Kami lihat ada satu kekurangan dalam system pendidikan di SD yang perlu dikaji kembali. Kan seharusnya kalau mereka belum bisa calistung, seharusnya belum bisa lulus SD,” ujar dia.

Terkait fakta tersebut, para wakil rakyat berencana akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan dinas pendidikan setempat. “Ini kondisi yang sungguh memprihatinkan. Kita akan tindaklanjuti dengan melakukan RDP dengan dinas pendidikan dan kita juga akan berikan rekomendasi,” kata anggota DPRD Teluk Wondama, Remran Sinadia. (*/bas)

 

Sumber: Kabartimur.com

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post