Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Milenial adalah Masa Depan Pariwisata Indonesia

Menteri Pariwisata (berkaca mata hitam) saat meninjau pasar digital di Kabupaten Garut. (foto: Kemenpar RI)

Menteri Pariwisata Indonesia mengatakan bahwa lebih dari 50 persen traveller yang datang ke Indonesia adalah milenial.

GARUT – KABARE.ID: Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengajak pemerintah daerah bersama-sama membangun destinasi digital untuk menjaring wisatawan milenial.

“Lebih dari 50 persen traveller yang datang ke Indonesia adalah milenial. Milenial adalah masa depan pariwisata Indonesia. Who wins the future, wins the game,” kata Menpar Arief Yahya ketika meluncurkan Pasar Wisata Digital Candi Cangkuang di Situ Cangkuan Garut, pada Senin (2/9/19).

Menpar Arief Yahya menjelaskan, saat ini terjadi perubahan perilaku wisatawan yang semakin digital di mana lebih dari 70 persen dari mereka melakukan ‘search and share’ melalui platform digital. “Pasar wisatawan milenial besar dan terus tumbuh serta pengaruhnya luar biasa; big and loud,” jelas Menpar Arief Yahya.

Ia mengajak pemerintah daerah dan stakeholder pariwisata membangun fasilitas destinasi digital yang dibutuhkan generasi milenal. Beberapa di antaranya yaitu spot foto, kuliner unik, maupun atraksi wisata menarik (instagramable) untuk diunggah atau ‘diviralkan’ di media sosial.

Baca juga: Garut Disiapkan Jadi Destinasi Pariwisata Kelas Dunia

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Garut Rudy Gunawan menjelaskan, kabupaten yang dipimpinya telah mempunyai tiga pasar wisata digital, yaitu Situ Bagendit, Dayeuh Manggung, dan Candi Cangkuang yang telah diluncurkan oleh Menpar Arief Yahya. “Adanya pasar wisata digital ini memudahkan kami mempromosikan potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Garut,” kata Rudy Gunawan.

Sementara itu anggota Komisi X DPR Ferdiansyah menyatakan, langkah Kabupaten Garut melakukan promosi dengan media digital sangat tepat. Karena sebuah destinasi akan cepat terkenal jika dipromosikan dengan masif melalui saluran media digital. “Kegiatan pariwisata ini dapat menyejahterakan masyarakat serta memajukan budaya tatar Sunda melalui atraksi-atraksi yang ditampilkan di destinasi wisata,” kata Ferdiansyah.

Peluncuran Pasar Wisata Digital Candi Cangkuang dimeriahkan dengan atraksi menarik antara lain gelaran seni rudat, prosesi adat kampung pulo, rampak kohkol, rampak kendang, arumba, serta lawak dan pertunjukan musik milenial. 

Selain itu disajikan bermacam kuliner khas Garut antara lain nasi liwet domba Garut, baroyot dan gayodot, serta sajian kopi Garut yang memiliki rasa khas dan disukai kaum milenial. Sajian kuliner ini disajikan oleh masyarakat sekitar destinasi Candi Cangkuang.

Baca juga: Menikmati Tranportasi Tradisional dengan Cara Kekinian

Kabupaten Garut sendiri memiliki 123 event yang digelar sepanjang tahun 2019. Salah satu event di antaranya ‘Gebyar Pesona Budaya Garut’ masuk dalam 100 Wonder Event. Selain itu pariwisata, Garut didukung oleh unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas) yang memadai. Untuk atraksi alam, Garut sejak lama dikenal sebagai Swiss van Java dengan pemandangan Gunung Papandayan. 

Garut juga memiliki Pantai Santolo, pemandian air panas Cipanas, Puncak Darajat Pass, Kampung Sampireun, Kawah Talaga Bodas, Kawah Kamojang, Curug Sanghyang Taraje, serta Pantai Rancabuaya. Kabupaten ini juga terkenal dengan seni budaya antara lain kesenian adu domba, dodombaan, surak ibra, raja dogar, serta peninggalan sejarah Candi Cangkuang.

Untuk memperkuat aksesibilitas PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) pada Januari 2019 telah mengaktifkan KA Pangandaran jalur Gambir-Banjar melewati stasiun Nagreg dan Cibatu Garut. Selain itu aksesibilitas melalui jalan darat dari Bandara Husein Sastranegara Bandung menuju Garut sekitar 2 jam, sedangkan dari Bandara Wiriadinata Tasikmalaya ke Garut hanya 1 jam.

Sementara itu untuk fasilitas amenitas Garut memiliki tujuh tempat penginapan instagrammable yang menggabungkan floating cottage dengan suasana pegunungan dan pemandangan alam. Antara lian: Kampung Sumber Alam, Cipanas, Kampung Sampireun Resort & Spa, Kamojang Green Hotel & Resort, Sabda Alam Hotel & Resort, Danau Dariza Hotel & Resort, Bukit Alamanda Resort & Resto, dan Tirtagangga Hotel. (*/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post