Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Merawat Indonesia dengan Dialog dan Karya

KSP Jenderal (Purn) Moeldoko dalam acara Jalan Budaya Istana, Merawat Indonesia dengan Dialog dan Karya di Wapres Bulungan Jakarta. (Foto: Baskoro Dien/ Kabare.id)

Acara bertajuk Jalan Budaya Istana, Merawat Indonesia dengan Dialog dan Karya tersebut dimeriahkan pertunjukan musik, pembacaan puisi, dan dialog kebangsaan.

JAKARTA-KABARE.ID: Sejumlah seniman dan budayawan mengadakan acara bertajuk Jalan Budaya Istana, Merawat Indonesia dengan Dialog dan Karya di Warung Apresiasi (Wapres), Bulungan, Jakarta Selatan, Senin malam (14/5/2018).

Hadir sebagai pembicara, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko didampingi Dirjen Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI Hilmar Farid, penulis naskah kondang Arswendo Atmowiloto, seniman Harry Tjahjono, aktor senior Roy Marteen, dan sejumlah seniman dan budayawan lainnya. 

Dalam acara tersebut Moeldoko menegaskan, pemerintah sudah mengambil ancang-ancang untuk mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu) Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme atau Perpu Antiterorisme jika DPR tidak mengesahkan RUU Terorisme hingga Juni 2018.

“Batas akhir sidang bulan Juni nanti, jika belum selesai, presiden berancang-ancang akan keluarkan Perpu, karena persoalan ini harus cepat, jangan kita kalah langkah dengan teroris,” kata Moeldoko di Warung Apresiasi,

Ia berharap, masyarakat tetap tenang serta tidak termakan hasutan oknum yang menyimpulkan tindakan bom bunuh diri merupakan sebuah rekayasa untuk tujuan tertentu.

“Bayangkan anak perempuan dan laki-lakinya meledakan diri, situasi ini masih dianggap rekayasa, ini sulit untuk diterima akal sehat,” kata Moeldoko.

Mantan Panglima TNI itu mengajak masyarakat untuk berpikir jernih kepada pihak ataupun kelompok yang masih menilai peristiwa pemboman di beberapa Gereja di Surabaya ini sebagai satu rekayasa.

“Janganlah berkesimpulan seperti itu. Mari kita berpikir yang positif,” ajak Moeldoko.

Acara Jalan Budaya Istana, Merawat Indonesia dengan Dialog dan Karya dimeriahkan pertunjukan musik, pembacaan puisi, dan dialog kebangsaan. (bas)

 

  

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post