Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Menyulap Polusi Kendaraan Menjadi Udara Ramah Lingkungan

Ilustrasi: masyarakat sedang berjalan di tengah polusi kendaraan bermotor. (IST)

Tiga orang mahasiswa Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil menyulap polusi udara kendaraan bermotor menjadi gas ramah lingkungan dan layak buang.

JAKARTA – KABARE.ID: Ketiga mahasiswa itu adalah Alvin Rahmad Widyanto, Vina Rizky Andina, dan Hafildatur Rosyidah di bawah bimbingan dosen Ir Endang Purwanti Setyaningsih MT.

“Hal ini perlu ditangani lebih lanjut karena aktivitas manusia yang tak bisa luput dari kendaraan, dan jika dibiarkan akan makin memperburuk kesehatan lingkungan,” tutur Alvin sebagai ketua tim dalam keterangan resmi yang dikutip Kabare, Jumat (23/8/19).

Alvin menceritakan, awalnya ia dan timnya berinovasi untuk menciptakan katalitik konverter berupa reaktor atau tabung kecil yang berisikan lempengan kawat tembaga dan senyawa kimia padatan berupa katalis Zeolit-Y Hierarki.

Menurut Alvin, adanya tembaga dan katalis tersebut berguna mereduksi atau mengubah gas karbonmonoksida, nitrogenoksida, dan hidrokarbon menjadi gas karbondioksida, nitrogen, uap air, dan ion sulfat. “Jadi prosesnya, gas-gas beracun itu diserap terlebih dahulu oleh katalis kemudian dikonversi oleh katalis juga,” katanya.

Alvin dan timnya sedang menguji alat yang diciptakan untuk mengubah polusi kendaraan bermotor menjadi udara yang ramah lingkungan. (Foto: Humas ITS)


Gas hasil konverter tersebut telah diteliti oleh tim dan dinyatakan sangat aman dan bermanfaat bagi lingkungan. “Seperti gas karbondioksida sebagai bahan fotosintesis bagi tumbuhan, nitrogen untuk daya dukung kesuburan tanah, uap air dan ion sulfat sebagai produk yang aman bagi lingkungan,” jelas mahasiswa asal Mojokerto itu.

Reaktor katalitik ini telah dipasang oleh tim pada knalpot kendaraan dan disusun sedemikian rupa agar tidak menimbulkan polusi suara dari knalpot.

Menurut Alvin, kelebihan katalitik konverter ini mampu digunakan dalam satu tahun dengan masa satu kali penggantian bahan. Selain itu, bahan katalis yang digunakan berharga ekonomis dan mudah didapatkan di pasar bahan kimia pada umumnya.

Inovasi yang dikembangkan tim ini akan ditunjukkan sebagai bentuk karya penelitian pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-32 pada 27Agustus mendatang.

“Kami sangat bangga ketika kami berhasil menjadi perwakilan ITS di ajang Pimnas kali ini, serta berharap bisa mendapatkan medali emas kelak,” tutur Vina, anggota tim lainnya, penuh harap. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post