Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Menteri Susi: Ikan Adalah Alternatif Terbaik untuk Memenuhi Kebutuhan Protein

Dokumentasi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memotong ikan tuna. (Antara Foto/ Muhammad Adimaja)

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengingatkan bahwa komoditas ikan adalah alternatif terbaik untuk memenuhi kebutuhan protein di berbagai daerah sehingga masyarakat diharapkan meningkatkan konsumsi ikan.

JAKARTA-KABARE.ID: Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, kualitas SDM sangat ditentukan oleh suplai pangan yang berkualitas dan ikan menjadi alternatif terbaik untuk mencukupi kebutuhan protein.

Mendorong konsumsi ikan di masyarakat, kata Susi, sejalan dengan upaya memberdayakan surplus demografi yang harus dimanfaatkan dengan membangun kualitas SDM masyarakat sehingga mampu bersaing, apalagi dengan berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Dalam siaran pers, Rabu (21/2), Susi mengatakan, saat ini kebutuhan ikan terus naik seiring tingkat konsumsi ikan masyarakat yang memperlihatkan tren kenaikan dari tahun ke tahun yakni dari 36kg perkapita pertahun menjadi 43kg perkapita pertahun pada tahun 2017. 

"Untuk itu, subsektor budidaya akan terus didorong dalam mensuplai kebutuhan pangan berbasis ikan bagi masyarakat," kata Susi.


Manfaat mengkonsumsi ikan

Ikan kaya akan asam lemak omega-3 dan omega-6 yang penting untuk perkembangan sel-sel otak pada bayi. Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Tohoku di Jepang, asam lemak pada ikan bisa mencegah anak mengalami tingkat kecemasan yang berlebihan.

Sebuah studi yang diterbitkan oleh The American Journal of Clinical Nutrition juga mengamati bahwa mengonsumsi omega-3 bisa melindungi kulit dari paparan sinar matahari dan menunda proses penuaan kulit.

Manfaat lain mengonsumsi banyak omega-3 adalah mempertajam ingatan terkait usia. Sebuah studi gabungan oleh Rush University Medical Center di AS dan Universitas Wageningen Belanda, yang mempelajari lebih dari 900 orang dengan usia rata-rata 80-an tahun, menemukan bahwa mereka yang makan makanan laut tak cepat mengalami penurunan kognitif.

Ikan juga kaya protein dan menghasilkan kadar glukosa lebih rendah sehingga dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2. (bas)


Dari berbagai sumber

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post