Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Menteri Pariwisata Ingin Pegunungan Meratus Jadi Bagian Geopark Internasional UNESCO

Pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan memikiki pemandangan yang indah. (Foto: Kemenpar RI)

Pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan memikiki pemandangan yang indah. Hal ini yang diusulkan oleh Menteri Pariwisata agar Pegunungan Meratus menjadi bagian dari Geopark Internasional UNESCO.

BANJARMASIN – KABARE.ID: Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyampaikan keinginannya agar Pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi bagian dari Geopark Internasional UNESCO.

Hal itu diungkap Arief Yahya saat kunjungan kerja ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Senin (12/8/19). Ia mengatakan Pegunungan Meratus akan melengkapi Kalsel sehingga memiliki semakin banyak produk wisata yang bisa dipromosikan bahkan hingga ke ranah global.

"Kalsel punya banyak potensi wisata, seperti Sungai Barito, Bekantan, budaya dan kuliner yang bagus. Pilihlah satu yang diunggulkan. Sementara kami sepakat ingin mengunggulkan wisata Pegunungan Meratus," ujar Arief Yahya.

Menanggapi usulan Menpar, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor menyatakan bahwa Pegunungan Meratus sudah sampai pada tahapan geopark nasional. "Kami ingin meningkatkan status Pegunungan Meratus ke tahap internasional. Karenanya kami berharap mendapat dukungan dari Menpar," papar Sahbirin Noor.

Baca juga: Menpar Sebut Festival Bunga Tomohon yang Terbaik di Indonesia

Arief Yahya menyatakan langkah pemerintah Kalsel mendaftarkan Pengunungan Meratus sebagai UNESCO Global Geopark tentu akan mendapat dukungan penuh dari Kemenpar. "Saya merasa suatu objek wisata bisa mencapai kelas dunia jika kita memilih dengan tepat. Saya pernah tinggal di sini dan jatuh cinta dengan Pegunungan Meratus. Ketika melakukan perjalanan melalui jalur darat, saya sering berhenti di Meratus untuk menikmati suasananya," kata Arief Yahya.

"Agar Kalsel jadi destinasi wisata dunia, tahun depan kita meluncurkan Visit Kalsel 2020, dan Kemenpar akan membantu dalam hal pemasaran, pengembangan destinasi, dan penyiapan SDM," sambungnya.

Sebelumnya, ketika mengunjungi pasar terapung tradisional Lok Baintan yang sudah ada sejak zaman Kesultanan Banjar, Arief Yahya juga mengusulkan untuk diadakannya atraksi pada hari-hari libur untuk menarik minat wisatawan. "Misalnya setiap hari libur seperti Sabtu dan Minggu bisa diadakan atraksi di pasar terapung yang terkenal ini," usul Menteri asal Banyuwangi itu usai menyaksikan tampilan parade perahu para pedagang.

Selain mengunjungi pasar terapung, Arief Yahya juga melakukan aksi simbolis menaman pohon di Komplek Perkantoran Provinsi Kalimantan Selatan yang juga sekaligus berfungsi sebagai miniatur hutan hujan tropis. Aksi ini adalah bentuk dukungan Menteri Pariwisata terhadap pelestarian lingkungan. Kunjungan Arief Yahya dilanjutkan ke pusat informasi pariwisata dan penggosokan intan Martapura di Kalimantan Selatan, komplek pertokoan Cahaya Bumi Selamat, dan kawasan ekowisata Tahura Sultan Adam. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post