Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Menteri Agama Pastikan Vaksin Sinovac Bebas Unsur Babi

Menag Yaqut Cholil Qoumas memberikan keterangan pers menyambut kedatangan 15 juta bahan baku vaksin COVID-19, di Bandar Udara Soekarno Hatta. (Sumber: Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memastikan bahwa vaksin Sinovac asal China, yang per Rabu (13/1) akan mulai disuntikkan, bebas dari unsur babi atau turunannya yang haram menurut Islam.

JAKARTA - KABARE.ID: Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memastikan bahwa vaksin Sinovac asal China, yang per Rabu (13/1) akan mulai disuntikkan, bebas dari unsur babi atau turunannya yang haram menurut Islam.

Pernyataan itu disampaikan Yaqut saat meninjau langsung kedatangan 15 juta bahan baku vaksin di terminal kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Selasa (12/1).

"Dalam hal ini sudah disampaikan oleh komisi fatwa MUI, yang hasilnya, pertama vaksin ini tidak memanfaatkan intifaq atau babi, bahan yang tercemar babi dan turunannya," kata dia dalam jumpa pers yang disiarkan langsung Sekretariat Presiden.

Selain bebas dari unsur Babi, Yaqut menegaskan, Sinovac juga bebas dari unsur bagian tubuh manusia. Ia menyebut, meski mengandung unsur najis, Sinovac telah disucikan secara aturan syar'i.

Selain itu, dia menjelaskan, Sinovac juga diproduksi menggunakan alat suci yang hanya dipakai untuk membuat vaksin tersebut. Oleh sebab itu, ia memastikan bahwa Sinovac boleh digunakan oleh umat Islam. "Artinya vaksin ini boleh digunakan untuk seluruh umat Islam selama terjamin keamanan menurut artian kredibel dan kompeten," kata dia.

Lebih lanjut Yaqut juga mengingatkan bahwa mengikuti proses vaksinasi yang dianjurkan pemerintah adalah bagian dari menjalankan ajaran agama untuk saling melindungi. Hal itu bukan saja berlaku bagi umat Islam, namun semua agama pada umumnya. "Dan vaksinasi ini bagian daripada menjalankan ajaran agama ini," katanya.

Sementara itu, menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, 15 juta bahan baku vaksin tersebut terlebih dahulu akan mendapat pengawasan selama sebulan di Bio Farma sebelum bisa digunakan awal Februari. Kedatangan vaksin tersebut menjadi kali ketiga setelah Desember sebelumnya total ada 3 juta vaksin yang didatangkan di tahap 1 dan 2. (thr/arh)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post