Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Menpar Jajal Kereta Wisata Retro Bandung

Menteri Pariwisata Arief Yahya (duduk berbaju putih) saat menjajal kereta wisata retro. (Foto: dok. Kemenpar RI)

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menjejal Kereta Wisata Tipe Retro keluaran terbaru KAI saat akan mengikuti agenda Sinergi Pariwisata di Garut, Jawa Barat.

JAKARTA-KABARE.ID: Menpar beserta rombongan, naik Kereta Wisata Tipe Retro melalui Stasiun Gambir, Jumat (26/4) pagi. Dalam perjalanan itu ia didampingi Direktur Utama PT KAI Totok Suryono. Keduanya tampak menikmati perjalanan menuju Stasiun Bandung.

“Kereta  Wisata Tipe Retro ini merupakan tipe yang terbaru. Kereta ini adalah hasil modifikasi Balai Yasa Manggarai,” kata Totok Suryono dalam keterangan resmi Kemenpar, Jumat (26/4).

Menpar Arief Yahya mengaku dibuat terkesima saat menjajal kereta wisata ini. Ia mengaku senang karena akses menuju Bandung semakin beragam.

“Kereta wisata tipe retro ini keren. Saya yakin moda transportasi ini akan menjadi pilihan. Akan banyak diserbu. Khususnya, bagi wisatawan yang ingin berlibur ke Bandung. Karena memang bentuknya menarik,” katanya.

Panampakan gerbong kereta wisata retro. (dok. Kemenpar RI)


Menpar pun mendukung inovasi yang diterapkan PT KAI untuk memberikan pelayanan maksimal kepada penumpang.

“Harus seperti itu. Harus ada inovasi agar wisatawan dan masyarakat bisa beralih ke moda transportasi umum. Tapi transportasi yang ada harus dibenahi dulu, dibuat nyaman agar wisatawan selalu tertarik untuk menaikinya,” paparnya.

Selain Menpar, kegiatan Sinergi Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Daerah Wisata juga diikuti Menteri Keuangan, Menteri Perhubungan, dan Menteri PUPR.

Dalam kesempatan itu, para Menteri dijadwalkan meninjau Program Pemerintah, khususnya terkait pengembangan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata di Kabupaten Garut.

Beberapa program yang ditinjau, antara lain, program Pembiayaan Ultra Mikro (UMi), reaktivasi jalur kereta api Bandung-Cibatu, pengembangan pariwisata Situ Bagendit serta pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post