Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Menlu Sebut kuliner adalah Identitas Bangsa

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (Foto: Kemlu RI)

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebutkan bahwa makanan adalah identitas nasional suatu bangsa. Gastrodiplomacy akan mendukung diplomasi ekonomi Indonesia.

JAKARTA – KABARE.ID: Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bekerja sama dengan Indonesian Gastronomy Association (IGA) menggelar seminar tentang kuliner Indonesia bertajuk “Gastrodiplomacy to Strengthen the Indonesian Economy" di kantor pusat Kemlu, Kamis, 17 Oktober 2019.

Acara ini dihadiri 200an orang dan menjadi kesempatan saling berbagi pengalaman tentang menjalankan bisnis makanan, khususnya makanan khas Indonesia di luar negeri.

“Makanan adalah identitas nasional suatu bangsa. Gastrodiplomacy akan mendukung diplomasi ekonomi Indonesia," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sebagaimana dikutip Kabare dalam keterangan resmi Kemlu, Jumat (18/10).

Menlu menambahkan bahwa gastrodiplomasi merupakan alat soft-power diplomacy yang kuat dan mampu meningkatkan citra Indonesia di luar negeri serta dapat mendorong industri pangan Indonesia di luar negeri.

Salah seorang Pembicara, Dr. Siswo Pramono, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kemlu menyampaikan bahwa Indonesia perlu fokus untuk memperbanyak industri makanan di luar negeri, bekerja dengan diaspora, menciptakan tradisi tersendiri, serta mempertimbangkan sensitivitas menu-menu tertentu di belahan dunia lainnya, seperti konsumsi daging sapi di India.

Kegiatan ini diisi dengan share of best-practices di bidang kuliner oleh para pakar sekaligus pelaksana bisnis dari Thailand dan Korea Selatan, yaitu Karim Raoud dari Blue Elephant cabang Paris, dan Steven Kim dari Qraved.

Selain itu, para pelaku bisnis kuliner ternama di Indonesia, yakni Hendra Noviyanti dari Upnormal dan Rama Auwines dari Sari Ratu turut berbagi pengalaman dalam menjalankan bisnisnya.

Dari pihak pemerintah, Darmono Taniwiryono dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit juga hadir sebagai pembicara untuk memberikan perspektif yang lain. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post