Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Menko Perekonomian Airlangga Sebut Buah-Buahan Bisa Jadi Tumpuan Ekonomi RI

Menteri Koordinator Bidang Perkonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Istimewa)

Menteri Koordinator Bidang Perkonomian Airlangga Hartarto menyebut sektor pertanian, khususnya hortikultura, dapat menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebab, selama pandemi virus corona (covid-19), permintaan buah naik drastis.

JAKARTA - KABARE.ID: Permintaan buah-buahan global pada periode Januari-Mei 2020 naik drastis, tercermin dari ekspor komoditas terkait yang naik 73,4 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

"Hortikultura menjadi andalan karena potensi ekspor cukup besar, kami melihat potensi (ekspor) manggis, nanas, pisang, salak, cukup bagus dan akan dorong terus untuk pengembangan industri hortikultura," kata Airlangga pada peresmian Gelar Buah Nasional, pada Senin (10/8).

Di tempat yang sama, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menuturkan pemerintah terus mendorong ekspor buah-buahan terutama untuk komoditas utama seperti nanas yang sepanjang 2020 tercatat telah mencatatkan nilai ekspor sebesar Rp1,5 triliun. Sementara, manggis juga mencetak ekspor sebesar Rp1,09 triliun untuk periode sama.

Selain itu, buah naga juga disebutnya memiliki potensi ekspor yang lumayan besar. Sebab, buah naga hanya dapat dihasilkan di negara tropis. "Pada kuartal III kami akan fokuskan pada buah, sayur dan kembang, berharap peluang terbuka baik," kata Syahrul.

Di kesempatan terpisah, Ketua Komite Tetap Hortikultura Kadin Indonesia Karen Tambayong mengatakan bahwa potensi ekspor buah-buahan Indonesia masih sangat besar yakni US$26,23 juta atau setara Rp367,22 miliar (kurs Rp14 ribu per dolar).

Karen mengatakan bahwa salah satu komoditas yang paling diminati oleh negara luar ialah durian. Diperkirakan, pasar ekspor durian yang belum terjamah senilai US$541 ribu atau setara Rp7,57 miliar (kurs Rp14 ribu per dolar).

Selain China, pasar potensial lainnya ialah Jepang dengan estimasi daya serap sebesar US$1,3 juta dan diikuti Korea Selatan sebesar US$1,14 juta. "Ini yang menggembirakan, peluang pasar ekspor belum tergarap untuk durian, peluang terbesar ke China," ucapnya.

 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post