Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Menko Darmin Resmikan Program Santripreneur dan Petani Muda di Bogor

Foto: Kemenko Bidang Perekonomian.

Kolaborasi Pemerintah dengan pondok pesantren dan organisasi berbasis keagamaan merupakan salah satu faktor penting dalam pengurangan ketimpangan. Data menyebutkan, ada sekitar 28 ribu pondok pesantren di seluruh Indonesia dengan jumlah santri lebih dari 4 juta orang.

BOGOR-KABARE.ID: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution meresmikan Program Santripreneur dan Petani Muda, di Pondok Pesantren Pemberdayaan Umat, Desa Cibuntu, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Rabu (26/12/2018).

Dalam sambutannya, Darmin mengatakan, lembaga berbasis keagamaan telah mengakar kuat di tengah masyarakat terutama di wilayah perdesaan. 

“Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengembangkan Program Kemitraan Ekonomi Umat. Program ini merupakan implementasi dan tindak lanjut dari Kebijakan Pemerataan Ekonomi dan Kongres Ekonomi Umat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI),” ujar Darmin.

Program Kemitraan Ekonomi Umat memfasilitasi berbagai inisiatif kemitraan antara umat – yaitu kelompok masyarakat berbasis pondok pesantren, masyarakat sekitar pondok pesantren, dan masyarakat khususnya UMKM - dengan kelompok usaha besar. 

Darmin menjelaskan, hingga saat ini Kemenko Perekonomian telah mendorong dan memfasilitasi 16 kelompok usaha besar untuk bermitra dengan pondok pesantren dan kelompok masyarakat berbasis keagamaan.

Baca juga: Tren Teknologi untuk Tahun 2019

Pemerintah juga telah berkolaborasi dengan beberapa Ormas Besar Islam, antara lain: Nahdlatul Ulama/NU, Muhammadiyah, Persatuan Islam/PERSIS, Persatuan Ummat Islam/PUI, dan Al-Ittihadiyah. Ke depan akan dilakukan kolaborasi dengan Ormas lainnya.

Program Santripreneur dan Petani Muda ini juga merupakan bagian dari Program Kemitraan Ekonomi Umat. Program ini dirancang untuk mencetak wirausaha baru pertanian dalam rangka regenerasi petani serta mengembangkan potensi lahan non-produktif termasuk di pondok pesantren.

Sasaran program ini adalah santri tingkat akhir, alumni pondok pesantren dan masyarakat sekitar pondok pesantren, pemuda yang sedang atau baru lulus sekolah atau kuliah, serta tunakarya yang berminat pada usaha di bidang pertanian.

Adapun cakupannya adalah kegiatan pelatihan serta pengembangan usaha pertanian pasca pelatihan. Pelatihan dan pengembangan usaha difokuskan pada pengembangan komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi khususnya hortikultura yang diintegrasikan dengan usaha peternakan dan perikanan. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post