Monday 8 May 2015 / 22:03
  • Hingga Jumat (3/4), 1.986 orang di Indonesia Positif Covid-19, 134 orang sembuh, dan 181 meninggal.
BISNIS

Menilik Peluang Bisnis Ceko-Yogyakarta

Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur DIY

Sejuta potensi Yogyakarta telah lama menjadi incaran investor asing. Pertemuan para pebisnis Republik Ceko dan Yogyakarya dapat menjadi pintu gerbang kerjasama yang lebih baik bagi dua negara. Ini sekaligus sebagai penanda keseriusan Ceko menjajaki kerja sama di berbagai bidang di Yogyakarta.

Yogyakarta - Keistimewaan Yogyakarta memikat banyak investor. Bisa dikatakan, dari sekian banyak investor, pebisnis asal Republik Ceko adalah yang paling berminat. Itu ditandai dengan kedatangan mereka bersama Duta Besar (Dubes) Republik Ceko untuk Indonesia Ivan Hotěk dan Menteri Luar Negeri Republik Ceko Lubomir Zaoralek ke Yogyakarta.

Rombongan bisnis Ceko tersebut bertemu dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) dan para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Mereka datang menawarkan kerja sama di bidang infratruktur dan transportasi. Dalam jadwal pertemuan tersebut, rombongan bisnis Ceko juga menghadiri forum bisnis yang digagas oleh Kadin DIY, akhir Februari lalu di The Karaton Ballroom Royal Ambarrukmo Yogyakarta.

“Forum bisnis ini, kami menawarkan kerja sama untuk pembangunan di bidang seperti energi, infrastruktur, pariwisata, teknologi, dan juga transportasi. Bagi kami, pertemuan ini akan mejadi awal yang baik. Untuk ke depannya, kami juga berharap bisa mendatangkan kementerian-kementerian lain dari Republik Ceko ke Indonesia dan ke Yogyakarta khususnya untuk menjalin keberlanjutan kerja sama kedua belah pihak,” kata Menteri Luar Negeri Republik Ceko Lubomir Zaoralek.

Yogyakarta dinilai sebagai daerah yang strategis dengan sejuta potensi sehingga sesuai dengan kriteria yang diinginkan oleh para investor dari Republik Ceko. Peluang kerja sama antar dua negara tentu sangat terbuka lebar untuk menggenjot pertumbuhan perekonomian daerah melalui pembangunan infrastruktur.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan bahwa sebenarnya pemerintah Republik Ceko-lah yang pertama kali melakukan penelitian terkait perencanaan pembangunan bandara di lokasi Temon, Kulonprogo. Sultan menjelaskan Ceko membantu menentukan lokasi mana yang paling cocok untuk pengembangan bandara. Pada akhirnya Pemda DIY menggunakan rekomendasi tersebut dan ditargetkan pada tahun 2019 bandara baru sudah siap beroperasi.

“Kami menyambut baik pertemuan bisnis ini dan mengharapkan kerja sama yang berkesinambungan. Jika memang ada potensi, Pemda DIY akan dengan terbuka dan senang hati menyambut tawaran kerja sama dari Republik Ceko dan segera membahas bentuk kerja sama secara detail. Dalam kesempatan ini kami juga berterimakasih karena Republik Ceko telah memprakarsai adanya Rumah Bohemian di Kampung Wisata Dipowinatan Yogyakarta, yang berfungsi sebagai pusat informasi para turis Eropa yang singgah untuk berwisata,” tutur Sultan.

Rangkaian kunjungan kenegaraan dari Republik Ceko di Yogyakarta sendiri terdiri dari beberapa agenda. Selain bersilaturahmi dengan Gubernur DIY Sri Sultan HB X dan mengikuti forum diskusi bisnis bersama para pengusaha anggota Kadin, rombongan Menlu Republik Ceko Lubomir Zaoralek dan Dubes Republik Ceko untuk Indonesia Ivan Hotěk beserta 30 pengusaha dari negara tersebut juga berkesempatan mengunjungi Candi Borobudur.

Teks: Della Yuanita; Foto: Budi Prast

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post